Deplu Amerika Izinkan Indonesia Beli 36 Unit Pesawat F-15 Eagle II

Setelah akuisisi pesawat Rafale Prancis, kabar gembira datang dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) yang telah merilis surat keterangan melewati DSCA atas pemberian izin penjualan sebanyak 36 unit pesawat tempur Boeing F-15EX Eagle II untuk Indonesia. Bahkan dalam surat tersebut, versi untuk Indonesia akan memakai nama kode sendiri yaitu F-15ID.

Dalam nota tersebut, nilai penjualan diproyeksi sekitar $13,9 Miliar (Rp199,43 Triliun).

Setelah restu dari Deplu, sekarang menanti restu dari Kongres AS. Baru kemudian keputusan datang dari kementrian pertahanan kedua negara untuk nego soal pembiayaan. Masih ada 3 tahap lagi.

Selain 36 unit F-15ID ini, Pemerintah Indonesia juga memesan 87 unit mesin F110-GE-129 atau F100-PW-229, 45 unit radar ANAPG-82(v)1 Advanced Electronically Scaned Array (AESA), 45 unit AN/ALQ-250 Eagle Passive Active Waming Survivability Systems (EPAWSS), 48 unit komputer digital Advanced Display Core Processor (ADCP) II. 80 unit Joint Helmet Mounted Cueing Systems (JHMCS), 92 unit perangkat keamanan GPS, 40 unit pod navigasi AN/AAQ-13 LANTIRN, 40 unit AN/AAQ-3 Sniper Advanced Targeting Pod (ATP).

156 unit peluncur rudal LAU-128, 40 unit sistem senjata M61A “Vulcan”, dan masih sangat banyak lainnya. DOS/DSCA juga menulis dalam suratnya bahwa Eagle II ini akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan memungkinkannya untuk memberikan peningkatan pencegahan dan cakupan pertahanan udara di domain udara dan maritim yang sangat kompleks. Tertulis juga bahwa mereka sangat yakin bahwa Indonesia tidak akan kesulitan merawat dan beradaptasi jika mengoprasikan pesawat Eagle II tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan