Diembargo Amerika, Kamboja Perintahkan Untuk Menghancurkan Semua Senjata Buatan AS

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memerintahkan militer negaranya untuk menghancurkan atau mengandangkan ke gudang semua senjata buatan Amerika Serikat (AS). Alasan dari reaksi keras pemimpin Kamboja tersebut adalah karena tindakan provokatif dan ancaman sanksi AS.

Gedung Putih telah memutuskan untuk menghukum Kamboja karena berani membangun militer negara mereka dengan dukungan China. Washington telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Kamboja, termasuk embargo terhadap pasokan senjata dan peralatan militer Amerika.

Kemarahan Washington ini karena pelabuhan Ream di Kamboja selatan akan dijadikan pangkalan angkatan laut China dan bagian dari Jalan dan Sabuk Dunia Cnia (New Silk Road) padahal selama ini, pelabuhan itu dibangun dengan dana bantuan dari AS. Hal ini telah dibantah keras oleh pejabat Kamboja.

Hun Sen menulis di halaman Facebook-nya: “Embargo AS terhadap pasokan senjata adalah peringatan bagi generasi berikutnya warga Kamboja, kepada para pemimpin pemerintah. Jika Anda menginginkan blok pertahanan independen Anda harus bisa mandiri sendiri, jangan gunakan senjata Amerika.”

Pemimpin Kamboja, menurut beberapa sumber, Hun Sen bermimpi bahwa suatu hari putra sulungnya, Letnan Jenderal Hun Manet, akan menjadi penggantinya. Manet saat ini adalah wakil panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja dan Hun Sen percaya bahwa dia adalah perdana menteri masa depan. Dengan cara ini, jika AS terus memberikan sanksi dan memusuhi Kamboja, perpecahan antara kedua negara akan terus berlanjut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan