Dirut Baru PT PAL Siapkan Desain Kapal Selam Tanpa Awak

PT Penataran Angkatan Laut atau PT PAL dilaporkan tengah menyiapkan kapal selam tanpa awak.

Hal itu diungkapkan oleh Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, Dirut PT PAL yang baru dilantik sekitar seminggu lalu menggantikan Budiman Saleh.

Penggantian direksi PT PAL dilakukan beberapa saat sebelum tragedi Kapal Selam Nanggala-402 atau KRI Nanggala-402 Rabu (21/4/2021) malam.

Meski baru dilantik memimpin PT PAL, Kaharuddin Djenod telah merancang kapal selam tanpa awak yang memiliki kemampuan operasi lebih canggih dibandingkan kapal selam berawak/konvensional.

Dia mengakui bahwa risiko itu pasti ada. Tetapi, peluang untuk melakukan perubahan demi kejayaan maritim Indonesia jauh lebih besar.

Ketika ditanya siapa yang membuat dirinya sampai mau menerima tawaran tersebut, Kaharuddin Djenon langsung menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mampu meluluhkan hatinya dengan bahasa nasionalisme.

Menurut Kaharuddin Djenod yang ahli kapal selam dan doktor perkapalan dari Jepang, masa depan kapal selam tak lagi seperti Kapal Selam Nanggala-402.

Kapal selam masa depan adalah kapal selam yang tanpa awak dilengkapi dengan teknologi canggih dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Untuk masa yang akan datang, kata Kaharuddin, meski kapal selam konvensional dengan awak masih beroperasi dalam beberapa dekade, kapal selama autonomos, tanpa awak, itu menjadi yang utama.

“Itu yang akan kita bangun di PT PAL. Kapal selam tanpa awak dilengkapi persenjataan utama, ukuran lebih kecil. Saya mendesain dengan ukuran 20 meter (Nanggala 62 meter),” kata Kaharuddin.

Baca Juga:  Awak Kapal Selam Jerman Beri Penghormatan Untuk Kru KRI Nanggala 402

Kapal selam tanpa awak hasil rancangan Kaharuddin ini akan mampu membawa 4 torpedo, bisa mendeteksi kapal musuh, dilengkapi dengan AI, dan perintah penembakan tetap berasal dari Markas Besar TNI.

“Jadi, cara kerjanya dalam operasi sama seperti kapal selam berawak,” katanya.

Kapal selam tanpa awak akan mampu mendeteksi kapal musuh atau kapal kawan, kemampuan survive di dalam laut, dan harganya jauh lebih murah.

Yang jelas, kata Kaharuddin, kapal selama jenis ini lebih aman, karena tidak ada orang di situ.

“Dalam melakukan tembakan, tetap ada tahapan-tahapan sebelum luncurkan terpedo seperti kapal selam berawak, termasuk ambil konfirmasi dari markas besar, ditembakan atau tidak,” katanya.

Ia juga menguasai teknologi kapal selam. Puluhan tahun di Jepang, Kaharuddin sebenarnya sudah berada di zona super nyaman.

Namun sebagai orang yang mendapatkan beasiswa dari B.J Habibie, ia terpanggil untuk pulang.

Jalannya untuk membenahi kemaritiman Indonesia terbuka ketika ia mengenal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


Termasuk bagaimana masa depan teknologi kapal selam Indonesia pasca tenggelamnya KRI Nanggala-402. (Suprapto)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan