Disokong Iran, Milisi Syiah Irak Kobarkan Perang Lawan Tentara AS

Kelompok milisi bersenjata Syiah terbesar di Irak mengumumkan dalam pernyataan bersama bahwa mereka dalam posisi menyerang melawan pasukan AS di negara itu mulai sekarang.

Kelompok-kelompok itu mengutip penolakan AS untuk menarik pasukannya dari Irak dan “agresi yang berkelanjutan” di negara itu sebagai alasan untuk keputusan mereka.

“Kalian [Pasukan AS] telah membuktikan diri sebagai pasukan penjajahan dan hanya mengerti bahasa perang. Selama ini operasi serangan yang dilakukan terhadap posisi kalian hanya merupakan respons kecil dari agresi penjajahan Anda,” demikian pernyataan yang dirilis pada 4 April.

Ancaman dari Presiden Donald Trump yang akan menindak tegas milisi Syiah jika menolak meletakkan senjata sebagai upaya perdamaian sipil di Irak. Juga ditolak oleh kelompok-kelompok itu, yang mengatakan bahwa AS hanya negara lemah tak akan mampu ngalahi mereka.

Foto: REUTERS/Khalid al Mousily

Pernyataan perang terhadap AS itu ditandatangani oleh Asa’ib Ahl al-Haq, Harakat Hezbollah al-Nujaba, Kata’ib Sayyid al-Shuhada, Kata’ib al-Imam Ali, Harakat al-Awfiy’a, Saraya Ashura, Harakat Jund al-Imam dan Saraya al-Khurasani.

Kelompok-kelompok itu juga menekankan bahwa mereka tidak akan menerima Adnan al-Zurufi sebagai Perdana Menteri baru negara itu, memanggilnya “kandidat intelijen AS.” Kelompok-kelompok itu menyerukan kepada Anggota Parlemen untuk menolak al-Zuraufi, yang dilaporkan telah dituduh melakukan korupsi sebelumnya.

AS dibawah tekanan massa demonstran Anti Iran, telah berusaha membentuk kabinet pemerintahan barunyang bebas dari pengaruh Iran.

Baca Juga:  China Siap Perang Jika Wabah Corona Berubah Jadi Konflik Bersenjata

Dalam demontrasi yang telah menewaskan hampir 3000 demonstean itu. Masyarakat Irak sendiri meminta AS dan Iran untuk angkat kaki dari Irak. Agar bangsa Irak bisa merdeka menentukan nasib sendiri.

Saat ini, Iran memang sedang dijajah oleh dua negara. AS dan Iran. Keduanya juga memiliki senjata dan pasukan milisi untuk mendukung kepentingan masing-masing di Irak.

AS mengincar minyak Irak. Dan Irak bagi Iran adalah tanah suci bagi mayoritas penganut Syiah di negaranya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan