Dituduh Melakukan Islamisasi Turki, Erdogan Pastikan Akan Tetap Berkomitmen Pada Perjanjian Montreux

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memastikan bahwa dirinya dan negaranya akan tetap menjalankan perjanjian Montreux.

Perjanjian Konvensi Montreux diteken oleh Turki, Bulgaria, Prancis, Yunani, Jepang, Rumania, Yugoslavia, Inggris dan Rusia. Inti dari perjanjian itu adalah mengizinkan kapal perang dari negara-negara itu untuk transit dan melintas di laut Marmara, selat Dardanelle dan Selat Bosporus untuk menyingkat waktu perjalanan.

“Kami saat ini tidak memiliki upaya atau niat untuk meninggalkan Konvensi Perjanjian Montreux,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan setelah pertemuan para pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) pada hari Senin 5/04/2021, namun dia juga menambahkan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu di masa depan untuk meninjau perjanjian itu jika untuk kesejahteraan Bangsa Turki.

Pertemuan itu diadakan untuk membahas petisi online dari para pensiunan perwira Angkatan Laut Turki yang meminta pemerintah untuk tidak berencana dan berwacana menarik Turki dari Konvensi Montreux yang sedang menjadi bahan perdebatan publik. Petisi itu berakibat pada tuduhan rencana kudeta terhadap pemerintah.

10 pensiunan Laksamana AL Turki ditangkap karena tuduhan berencana kudeta.

Pada hari Minggu, 104 pensiunan perwira dan laksamana AL Turki memposting petisi online yang mendesak pemerintah untuk menghindari retorika atau pernyataan apa pun yang dapat mengarah pada keluarnya Turki dari konvensi Montreux. Jaksa di ibu kota Ankara kemudian memulai penyelidikan terhadap orang-orang di balik pernyataan itu, 10 orang dari 104 yang meneken petisi itu dilaporkan telah ditangkap.

Baca Juga:  Turki Kirim Pasukan Ke Pangkalan Militernya di Qatar

Pernyataan petisi kontroversial itu juga mengecam dugaan “upaya” islamisasi Angkatan Bersenjata Turki dan Angkatan Laut yang jelas menyimpang dari jalur sekuler yang ditetapkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern.

Petisi juga mengatakan bahwa Turki dapat menghadapi “peristiwa … berbahaya, risiko, dan ancaman terhadap kelangsungan hidup Turki Modern, sesuatu yang kita ketahui dari sejarah kelam Turki di masa kekhilafahan.”

1 Trackback / Pingback

  1. Erdogan Tetap Keukeh Dengan Rencana Pembangunan Kanal Istanbul – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan