Drone Multirotor Turki Siap Diekspor Ke India

Model multirotor mini-UAV (Objek Terbang Tanpa Awak/Drone) yang dikembangkan oleh Zyrone Dynamics yang berbasis di Ankara siap untuk diekspor setelah presentasi perusahaan itu menarik perhatian internasional.

Menurut laporan oleh Anadolu Agency (AA), Zyrone Dynamics, yang menawarkan solusi Drone unik dengan teknologi canggihnya, sedang mempersiapkan pengiriman produk pertama ke India. Tiga puluh persen saham dari perusahaan tersebut dijual ke DCM Shriram Industries yang berbasis di India seharga $3,5 juta dengan kesepakatan yang dibuat pada Pameran Industri Pertahanan Internasional ke-15 pada bulan Agustus.

Zyrone Dynamics akan melakukan ekspor pertama platform Drone multi-rotor mini ZCQM sebelum akhir tahun, dan akan terus mengirimkan dalam batch pada tahun 2022. Perusahaan diharapkan mengirimkan hampir 100 kendaraan tahun depan.

Perusahaan juga akan membuat penerbangan demo untuk tender pertahanan di India pada Maret 2022, dan membuat rencana untuk memperluas ke negara-negara Timur Jauh melalui India.

Zyrone Dynamics telah menyelesaikan proses sertifikasi militer internasional untuk platform ZCQM, yang telah diuji dalam berbagai kondisi cuaca seperti gurun, badai pasir, dingin Arktik, hujan lebat dan badai salju, dll., dan memenuhi persyaratan sertifikasi militer internasional (MIL-STD- 810G).

Setelah tes cuaca selesai, tes penerbangan akan dilakukan dengan ZCQM di lingkungan yang berbeda. Zyrone Dynamics akan melanjutkan pengujian pengembangan di berbagai area.

ZCQM telah meningkatkan waktu penerbangannya dari 10 menit menjadi 80 menit dengan memecahkan rekornya sendiri dengan mencapai ketinggian 1,2 kilometer (0,7 mil) di atas tanah.

Baca Juga:  Di Depan Presiden Prancis, Putin Mengancam Kobarkan Perang Jika Ukraina Bergabung NATO

Meningkatnya minat pada UCAV domestik merupakan dorongan bagi pemerintah Turki untuk meningkatkan ekspor dan menggarisbawahi semakin pentingnya drone bersenjata dalam peperangan modern.

Militer Turki menggunakan drone tahun lalu di Suriah serta di Libya di mana Ankara mendukung pemerintah yang berbasis di Tripoli melawan pasukan timur yang didukung oleh Rusia, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir.

Di Nagorno-Karabakh, drone membantu sekutu Turki Azerbaijan mengalahkan pasukan pendudukan yang didukung Armenia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan