Drone Tempur Siluman Okhotnik Buatan Rusia Siap Diuji oleh Militer

Model siap terbang pertama dari drone tempur berat S-70 Okhotnik (Hunter) Rusia yang ditingkatkan sedang dalam perjalanan ke militer untuk pengujian, dengan peluncuran diharapkan pada tahun 2024.

Dikembangkan oleh pabrik penerbangan Novosibirsk Chkalov di Siberia barat — anak perusahaan dari pembuat pesawat Sukhoi Company — drone ini dilengkapi dengan nozzle datar untuk meningkatkan kemampuan silumannya. Pesawat ini memiliki berat lepas landas 20 ton, panjang 14 meter, dan lebar sayap 19 meter.

Laporan mengklaim versi baru dapat mencapai kecepatan hingga 1.000 kpj.

S-70 baru dilengkapi dengan teknologi “melampaui beberapa drone asing di kelasnya dengan sejumlah parameter,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexey Krivoruchko kepada wartawan Rabu saat berkunjung ke pabrik Novosibirsk.

Seorang juru bicara United Aircraft Corporation, pembuat Sukhoi, mengatakan bahwa S-70 adalah “platform drone temput yang menjanjikan dengan potensi besar untuk pengembangan keluarga sistem tak berawak di masa depan.”

Drone itu diharapkan dapat melengkapi misi tempur Su-57, dengan formasi satu jet yang dapat bekerja bersama hingga empat S-70, kata sumber industri penerbangan kepada kantor berita milik pemerintah Tass. Jika pengujian berhasil, drone akan memasuki layanan AU Rusia pada tahun 2024, kata Krivoruchko.

Kepala Pusat Analisis Strategi dan Teknologi, Ruslan Pukhov, mengatakan kepada Defense News bahwa dengan meluncurkan drone, Sukhoi telah “mengkonfirmasi statusnya sebagai biro desain dirgantara terkemuka Rusia.”

Baca Juga:  Mogok di Panama, USS Zumwalt Jadi Bahan Olokan Meme

Drone menggunakan mesin buatan Rusia – Al-41F1, yang juga digunakan pada Su-57 dan pesawat checkmate – dengan jangkauan hingga 6.000 kilometer, tambah Pukhov. Namun dia menyatakan kehati-hatian tentang masa depan drone.

“Kita harus menunggu dan melihat,” katanya. “Bisakah dia menjadi robot terbang yang mampu terbang jarak jauh dan melakukan operasi tempur?”

Dia mengingat nasib proyek drone Skat , yang prototipenya diproduksi oleh anak perusahaan UAC Russian Aircraft Corporation (pembuat pesawat MiG) pada 2007 dengan teknologi siluman. Namun pada tahun 2012, pengerjaan proyek tersebut terhenti karena kurangnya minat dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Pensiunan Kolonel Mikhail Khodoryonok, seorang analis militer senior untuk situs berita lokal Gazeta.Ru, yang mengatakan kepada Defense News bahwa pesawat tak berawak itu “harus membuktikan dirinya dalam misi tempur,” mungkin di Suriah. Khodaryonok juga meragukan masa depan Skat.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan