F-16 Israel Yang Rusak Terendam Banjir Kembali Bisa Terbang

Pada awal Januari 2020 (*), delapan pesawat F-16 milik Heyl Ha’Avir (IAF, Angkatan Udara Israel) dari Skuadron 101 “The First Fighter Squadron” dan Skuadron 104 “The Scorpion Squadron” Block-40 F-16C / D “Barak” rusak parah saat banjir merendam pangkalan Hatzor AFB.

Unit Pemeliharaan Udara IAF disebut AMU, kini telah memulihkan beberapa pesawat yang membutuhkan perbaikan di Pangkalan Angkatan Udara Hatzor dan Tel Nof.

Baru-baru ini F-16C yang rusak akibat banjir terakhir, seri 542, telah kembali terbang. IAF sendiribtelah menyatakan bahwa sebagian besar pesawat akan bisa kembali terbang dalam beberapa minggu.

Sebuah foto F-16Cs dengan serial 534 dan 542, mengungkapkan bahwa 101sq “Barak” itu termasuk yang rusak parah akibat banjir. Meskipun banjir terjadi di Hatzor, beberapa dibawa ke Tel Nof. AMU, yang terletak di Tel Nof, menjalankan misi perawatan IAF yang paling rumit, dari level yang tidak dapat dilakukan di pangkalan IAF lainnya. Solusi unit untuk misi restorasi pesawat dibagi menjadi dua bagian. Solusi pertama dan terpenting adalah memperbaiki pesawat yang rusak pada level rendah hingga menengah. Itu diperbaiki di Hatzor dan sudah terbang setelah periode singkat. Bagian kedua membutuhkan perawatan yang lebih menyeluruh untuk F-16 yang lebih rusak. Ini dipindahkan ke markas unit AMU di Tel Nof.

Dinyatakan bahwa inilah kali pertama AMU menghadapi misi memulihkan pesawat “Barak” yang rusak karena banjir. Kerusakan akibat banjir memiliki dampak signifikan terhadap sistem listrik dan mekanik pesawat. Senyawa air dan campuran tambahan menyebabkan korosi, yang merusak logam dan menyebabkan kerusakan besar.

Baca Juga:  Kapal Perang Admiral Essen Rusia Kejar Kapal Selam Nuklir AS di Laut Mediterania

Tantangan pertama dan utama adalah membersihkan F-16 untuk menghentikan pengembangan korosi di dalam struktur pesawat dan bagian lainya.

AMU IAF melakukan pengendalian kerusakan untuk memahami kerumitan kerusakan, serta mencari tahu bagaimana menjalankan proses perawatan yang optimal. Sekarang, setelah sekitar lima bulan, F-16 yang rusak akibat banjir terakhir kembali ke beroperasional.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan