F16 Israel Serang Pelabuhan Lattakia Suriah, Sistem Pertahanan Udara S400 Buatan Rusia Tak Berdaya

Planet Laps PBC telah merilis gambar satelit yang menunjukkan akibat dari serangan F16 Israel pada 28 Desember di pelabuhan Lattakia di pantai Suriah.

Gambar yang diambil pada 29 Desember menunjukkan kerusakan terbatas di pelabuhan di mana beberapa api masih menyala. Sasaran serangan yang dilakukan oleh dua jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel itu ternyata adalah empat tumpukan peti kemas yang disimpan di galangan utama pelabuhan tersebut.

Beberapa pengamat berspekulasi bahwa targetnya adalah pengiriman senjata atau komponen rudal Iran. Namun, foto-foto dari lokasi hancurnya kontainer tidak menunjukkan apa-apa selain barang biasa.

Citra satelit melalui awan pagi ini menangkap Pelabuhan Latakia, #Suriah yang menunjukkan kru pemadam kebakaran masih berjuang melawan apa yang tampaknya merupakan sisa-sisa terakhir dari kobaran api yang disebabkan oleh serangan #Israel|i yang dilaporkan. Dua area tampaknya berdampak. (via @planet) pic.twitter.com/stNiB8vE2Y

— Aurora Intel (@AuroraIntel) 29 Desember 2021

Teman-teman kami di @planet mendapatkan gambar resolusi tinggi dari kerusakan pasca-serangan di pelabuhan Latakia. Itu bukan awan — itu kabut dari kebakaran yang dimulai oleh pemogokan. pic.twitter.com/g0e87RiY82

— Dr. Jeffrey Lewis (@ArmsControlWonk) 29 Desember 2021

Lumpuhnya pertahanan udara Suriah, S400 yang ada di lokasi kejadian menjadi sorotan. Dalam briefing baru-baru ini, Oleg Zhuravlev, Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, mengungkapkan bahwa Suriah tidak mengaktifkan pertahanan udaranya untuk menghentikan serangan Israel di pelabuhan tersebut karena sebuah pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di dekat pelabuhan tersebut. Pangkalan Udara Hmeimim pada saat itu.

Baca Juga:  Turki Kirim Tank M-60 Ke Libya

Serangan Israel tidak hanya mengakibatkan kerugian materil. Menurut sumber pro-pemerintah Suriah, dua orang tewas. Setidaknya satu dari korban adalah anggota layanan.

Ini adalah serangan Israel kedua di pelabuhan Lattakia sejak pecahnya perang di Suriah. Serangan pertama, yang terjadi pada 7 Desember, menargetkan beberapa kontainer yang juga disimpan di galangan kapal utama pelabuhan. Kontainer hancur dalam serangan itu. Namun, tidak ada korban yang dilaporkan.

Seperti dalam kebanyakan kasus, militer Israel tidak mengkonfirmasi tanggung jawabnya atas serangan itu. Sementara itu, media Israel belum mengungkapkan sifat target yang dihancurkan di pelabuhan Lattakia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan