Filipina Borong Senjata Buatan Indonesia

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengapresiasi kemajuan industri pertahanan dalam negeri. Indonesia mulai memasok alat utama sistem persenjataan (alutsista) di sejumlah negara di ASEAN dan Afrika.

Kasubdit Promosi dan Kerja Sama Kemhan, Kolonel Iskandar mengungkapkan, industri pertahanan dalam negeri mulai memberikan kemajuan. Terbukti, sejumlah pasar di luar negeri mulai melirik produk alutsista di Republik Indonesia (RI), salah satunya Filipina.

“Sekarang kita saksikan bahwa KSAD Filipina beserta penasihat Presidennya datang untuk melihat dan membeli produk industri dalam negeri,” kata Iskandar, Kamis (26/9/2019).

Pada kesempatan itu, Iskandar mendampingi kedatanganCommanding General of thr Philipina Army,Lt Gen Macairog Sabiniani Alberto, dan Presidential advicer Military Affari (PAMA), Lt Gen Arthur Ibanez Tabaquero di PT Ridho Agung Mitra Abadi dan PT Jala Berikat Nusantara Perkasa, Jakarta, kem.

Dalam kunjungan Macairong cs itu direncanakan, Filipina akan membeli sejumlah alutsista dari Indonesia melalui PT Ridho Agung Mitra Abadi dan PT Jala Berikat Nusantara Perkasa.

Selain mobil ILSV Armored Vichicle dan ILSV VVIP, negara revolusi hijau itu juga memesan sejumlah jaket atau rompi, dan helm anti peluru. Melanjutkan keterangannya, Iskandar memastikan, pemerintah akan terus mendukung upaya penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Hingga kini, sudah ada seratus lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan. “Untuk menjualnya. Kami juga sering mengikutsertakan mereka di pameran-pameran tingkat internasional,” katanya.

Baca Juga:  Helikopter Gazelle Perancis Ditembak Jatuh di Afrika Utara

Presiden Direktur PT Ridho Agung Mitra Abadi, Johny Tanoto mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mendukung industri dalam negeri berkiprah di kacah Internasional. Menurutnya, dengan sejumlah aturan dan kebijakannya, industri alutsista dalam negeri beranjak maju.

“Dua tahun terakhir ini terbukti kami bisa memaketkan produk ke sejumlah negara di Asean. Salah satunya Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan juga di Philipina, ” ungkap Johny.

Menurutnya, dengan masuknya produk industri dalam negeri ke sejumlah negara di ASEAN serta kunjungan elite pengambil kebijakan di negara lainakan meningkatkan kepercayaan negara lainnya terhadap alutsista Indonesia.

“Kami harap, setelah melihat proses pembuatan dan hasil akhir alutsista kami, mereka akan membelinya,” katanya.

Sementara itu, General Marketing PT Ridho Agung Mitra Abadi Ujang yakin, bahwa produk industri dalam negeri mampu merajai pasar ASEAN. Paling tidak, produk anak bangsa bisa menyuplai kebutuhan dalam negeri.

“Cintailah produk dalam negeri. Kalau bukan kita, siapa lagi,” kata Ujang.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan