Filipina Mengincar Pesawat KF-21 Boramae, Nasib Indonesia Bisa Terancam?

Media Filipina melaporkan bahwa Angkatan Udara Filipina (PAF) sedang mengincar pesawat tempur KF-21 Boramae Korea Selatan. Korea Selatan adalah salah satu pengekspor dan pengekspor senjata utama di Filipina, dan pertumbuhan penjualan senjata Korea Selatan menjadi yang tercepat di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Angkatan Udara Korea Selatan berencana untuk membeli 40 KF-21 Boramae pada tahun 2026 dan meningkat menjadi 120 pada tahun 2032 untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang menua.

Boramae juga diharapkan menjadi senjata ekspor utama Korea dalam waktu dekat, pelanggan asing pertama dengan peluang paling besar untuk Boramae sendiri diperkirakan adalah Polandia dan Filipina.

Juru bicara PAF Kolonel Maynard Mariano mengatakan PAF sedang memantau perkembangan KF-21. “PAF sedang memantau ini, kami tidak dapat menutup opsi kami ketika ada sistem baru yang mungkin dapat bersaing dengan sistem lain dan yang mungkin sesuai dengan kebutuhan kami untuk pertahanan. Di zaman sekarang ini, tahap pembuatan prototipe untuk sistem apa pun dapat dilakukan lebih cepat karena teknologi yang tersedia, dan kita mungkin akan segera melihatnya,” kata Mariano.

Mariano juga mengharapkan KF-21 untuk menjadi pesawat tempur yang layak seperti FA-50PHs Korea Aerospace Industries, yang PAF memiliki sekitar 12 dalam pelayanan.

 “Sama seperti ketika kami mendapatkan FA-50, ada banyak komentar negatif yang menentangnya, tetapi kami membuktikan kepada para kritikus bahwa sistem tersebut dapat membuat siap tempur dan benar-benar terbukti dalam pertempuran, tambahnya.

Baca Juga:  Klaim MiG-21 Tembak Jatuh F-16 Pakistan, India Ditertawakan Dunia

KF-21 yang juga diproduksi oleh KAI merupakan program pengembangan pesawat tempur Korea Selatan, dengan keterlibatan Indonesia, dengan tujuan untuk menghasilkan pesawat tempur multi-peran canggih untuk Korea Selatan dan Indonesia. Program ini dipimpin oleh pemerintah Korea Selatan, yang memiliki 60 persen saham program. Indonesia mengambil 20 persen saham dalam program tersebut pada 2010, sedangkan 20 sisanya dipegang oleh mitra swasta termasuk KAI.

MASALAHNYA, Indonesia sampai sekarang masih nunggak iuran program KF-21 Boramae. Jika pesawat ini laris, Filipina dan Polandia ikutan memesan, nasib jatah pesawat buat Indonesia bisa ditunda tunda oleh KAI. Berat gaess.