Filipina Mulai Gunakan Sistem Hanud Spyder Buatan Israel

Angkatan Udara Filipina telah mulai melatih operator sistem rudal udara SPYDER buatan Israel yang diharapkan akan diterima pada tahun 2021.

Missile System Officer Course pertama telah dimulai 1 Maret lalu di Pangkalan Udara Basa di kota Floridablanca, provinsi Pampanga, kata seorang pejabat senior yang mengetahui program pelatihan tersebut.

Upacara yang menandai dimulainya program dipimpin oleh Letnan Kolonel Generoso Bautista, group commander dari 960th Air and Missile Defense Group dan Letnan Kolonel Emerson Bermeo, deputy group commander.

Program pelatihan dimaksudkan untuk membekali personil dengan keterampilan dan “pengetahuan operasional untuk menghasilkan perwira sistem rudal yang mampu untuk memimpin dalam kinerja kemampuan misi sistem pertahanan udara dan rudal tersebut”.

Mereka yang menjalani pelatihan sebanyak 10 orang peersonil yang semuanya merupakan bagian dari unit tersebut.

PAF sebelumnya telah memilih Rafael SPYDER untuk proyek akuisisi sistem pertahanan udara berpangkalan darat. Pemerintah Filipina menghabiskan sekitar P6 miliar untuk tiga baterai sistem pertahanan udara tersebut, termasuk radar, unit komando dan kendali, rudal Python 5 dan I-Derby.

Rudal Python 5 dan I-Derby dapat digunakan untuk peluncuran dari permukaan ke udara dan udara-ke-udara, yang berarti dapat diintegrasikan ke pesawat tempur ringan FA-50 milik PAF.

Rafael Advanced Defense Systems Ltd., pabrikan Israel, mengatakan sistem itu dirancang untuk mengatasi “spektrum luas ancaman seperti pesawat serang, helikopter, pembom, rudal jelajah, wahana udara tak berawak dan senjata stand-off.”

Baca Juga:  Aksi Balasan, Suriah Tembak Jatuh UAV Amerika Serikat

Sumber : newsinfo.inquirer.net via TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan