Garda Revolusi Iran Serang Wilayah Irak Kurdistan Dengan Dalih Terorisme

Serangan artileri Garda Revolusi Iran (IRGC) menargetkan dataran tinggi Barbzin serta pinggiran kota Barbzin dan Choman di provinsi Erbil, menurut sumber berita Kurdi. Sumber tersebut juga melaporkan serangan pesawat tak berawak di pinggiran kota Galala.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, IRGC mengatakan bahwa pasukan daratnya meneyrang markas “tim teroris” yang berbasis di Erbil di Iran. Sehari sebelumnya IIRGC menangkap lima anggota yang disebut teroris itu di Baneh dekat perbatasan barat Iran dengan Irak.

Intermezzo: Etnis Kurdi memiliki sejarah permusuhan dengan Etnis Persia Iran karena permusuhan Sunni dan Syiah. Mayoritas Etnis Kurdi adalah Islam Sunni yang memiliki sejarah panjang permusuhan dengan Islam Syiah.

IRGC mengatakan serangan itu berdasarkan dari pengakuan “tim teroris” yang mengungkapkan rencana akan melakukan operasi “sabotase” di Iran. Berdasarkan ini, pasukan darat bergerak untuk menargetkan pangkalan “teroris” di Irak utara.

Target serangan artileri dan pesawat tak berawak IRGC kemungkinan adalah kelompok oposisi Iran Kurdi, yang melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap pasukan pemerintah Iran di masa lalu.

Pada pertengahan Maret, IRGC meluncurkan selusin rudal balistik di kota Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan. Para penjaga mengatakan bahwa sasarannya adalah pusat intelijen Israel. Serangan rudal itu dilaporkan sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak di pangkalan udara IRGC yang diluncurkan dari Wilayah Kurdistan.

Baca Juga:  Turki Sengaja Kirim Pengungsi Suriah ke Eropa Untuk Desak NATO Ikut Perang

Iran telah menunjukkan dari waktu ke waktu bahwa mereka tidak akan mentolerir ancaman apa pun dari Wilayah Kurdistan. Meskipun demikian, pemerintah daerah otonom tetap membuka pintu bagi musuh-musuh Teheran.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan