Hadapi China, Australia Beli Rudal Long Range Anti-Ship Missile (LRASM)

Australia putuskan beli rudal rudal anti-kapal jarak jauh dari Amerika Serikat (AS). Keputusan membeli rudal pembunuh kapal ini diambil setelah berbagai ancaman termasuk dari China dirasa telah meningkat.Canberra berdalih pembelian Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) untuk melindungi pasukan luar negeri, sekutu, dan daratannya dari berbagai ancaman asing. Perdana Menteri (PM) Scott Morrison pada hari Rabu (1/7/2020) tidak menyebut negara yang jadi ancaman bagi Australia, namun media setempat menyebut China dan Korea Utara sebagai ancaman yang dimaksud.PM Morrison menyampaikan pembaruan besar-besaran terhadap strategi pertahanan negara, termasuk pembelian rudal anti-kapal jarak jauh dari AS untuk melengkapi armada F/A-18 Super Hornet-nya.Pembaruan strategi ini juga akan melihat prospek kemungkinan untuk memperoleh rudal jarak jauh baru yang dapat diluncurkan dari darat di masa depan, termasuk rudal hipersonik yang dapat melesat setidaknya lima kali kecepatan suara.Strategi pertahanan Australia akan fokus pada perlindungan diri dan sekutunya di wilayah Indo-Pasifik dari Korea Utara dan China. Dua negara ini dianggap ancaman karena dalam beberapa tahun terakhir telah mempercepat pengembangan rudal balistik jarak jauh mereka dengan jarak lebih dari 5.500 kilometer.Pada teks pidato yang akan disampaikan di Australian Defence Force Academy di Canberra hari Rabu, Morrison akan mengatakan; “Australia harus menghadapi kenyataan bahwa kita telah pindah ke era strategis baru dan kurang ramah.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan