Indonesia Masih Pengen Lanjut Ikut Dalam Proyek Pesawat KF-X Bareng Korea Selatan

Walau sudah nunggak iuran untuk patungan biaya pendanaan bikin pesawat tempur Korea Fighter Experimental (KF-X)bareng Korea Selatan (Korsel), diam-diam Kementrian Pertahanan ternyata masih kepeincut dengan pesawat yang sebentar lagi terbang perdana itu. Hal ini terkuak setelah Juru Bicara Kementerian Pertahanan DahnilAnzar Simanjuntak mengonfirmasinya.

“Kita terus dalam proses renegoisasi kelanjutan kerjasamanya,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia ketika ditanya perihal status Indonesia dalam pengerjaan proyek, Rabu (17/3/21).

Seperti diketahui, pihak Indonesia sudah menunggak kewajiban iuran dalam pengembangan pesawat ini.

Nilai biaya yang dibutuhkan untuk pengambangan pesawat ini mencapai 8,5 triliun won untuk pengembangan saja. Sekitar 1,6 triliun won, atau 20 persen, harus dibayar oleh Indonesia jika ingin terlibat dalam proyek.

Pembayaran tersebut akan dilakukan secara bertahap. Namun menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA) sampai saat ini Indonesia hanya mampi membayar 227,2 miliar won sampai tahun 2020, padahal targetnya Indonesia seharusnya sudah membayar 831,6 miliar won seperti perjanjian dan jadwal angsuran yang disepakati.

Meski telat bayar angsuran, Korea Selatan (Korsel) diam-diam mengundang Indonesia untuk untuk menyaksikan peluncuran jet tempur generasi 4,5 ini. Hal ini terungkap saat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima Courtesy Call (CC) Minister of Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan GANG Eun-Ho bertempat di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (16/03/2021).

Baca Juga:  KSAU Tutup Latihan Militer Elang Malindo 2017

Prototipe Jet KFX ternyata sudah hampir selesai diproses perakitan di pabrik Selatan Gyeongsang yag akan dirilis pada April mendatang.

Seperti dilansir laman resmi TNI, Selasa (16/3/2021), dalam kegiatan Courtesy Call tersebut, kedua belah pihak membahas kerja sama industri pertahanan.

“Sekaligus menyampaikan surat undangan dari pemerintah Korsel kepada Panglima TNI untuk menghadiri acara peluncuran pengembangan pesawat tempur Korean Fighter Xperiment (KFX) dan Indonesia Fighter Xperiment (IFX) kerja sama pemerintah Korsel dan Indonesia,” tulis Puspen TNI.

Sejak pergantian Presiden tahun 2014, dan pergantian menteri pertahanan tahun 2019 yang diampu oleh Prabowo Subianto. Arah pembelian pesawat jadi simpang siur. Belum ada pesawat tempur yang dibeli yang ada malaj rakyat disuguhi isu mau beli pesawat ini dan itu. Dari HaL Tejas buatan India sampai Rafale Perancis.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan