Indonesia Tambah Pesanan Ranpur APC BT-3F Buatan Rusia

Walau pembelian Sukhoi Su-35 enggak jelas, tapi pemerintah Indonesia tetap membeli alutsista lain dari Rusia. Dilansir militaryleak.com, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia saat ini sedang berencana membeli lagi 79 kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) BT-3F dari Rusia dengan perkiraan nilai $ 289 juta.

Pada April 2019, kemhan telah menandatangani kontrak pembelian 22 kendaraan tempur infanteri BMP-3F dan 21 pengangkut personel lapis baja BT-3F dengan “makelar” alutsista Rosoboronexport Rusia. Total Nilai kontrak pesanan itu sebesar 175,2 juta dolar. Barang rencananya akan dikirim pada tahun depan, 2021-2022.

Kendaraan tempur (ranpur) lapis baja ini akan digunakan oleh Marinir TNI AL. Ini seakan menjadi tradisi bagi Marinir TNI AL karena sejak Orde Lama sudah menggunakan tank amphibi buatan Soviet.

Marinir TNI AL telah memiliki 54 BMP-3F dan 1 BREM-L saat ini dalam kedinasannya, dengan 22 BMP-3F tambahan dipesan pada 2019 bersama dengan 21 BT-3F.

BT-3F adalah pengangkut personel lapis baja beroda rantai baru Rusia yang dirancang oleh JSC Kurganmashzavod. Kendaraan amfibi BT-3F didasarkan pada kendaraan tempur marinir BMP-3F, yang berasal dari BMP-3 IFV dengan kemampuan amfibi yang ditingkatkan. IFV baru ini direncanakan untuk menggantikan pengangkut persone lapis baja amfibi MT-LB Rusia yang menua. Keputusan untuk membuat BT-3F disetujui pada 2010, untuk pertama kalinya prototipe BT-3F dipamerkan di Forum Teknik Militer Internasional Army-2016. Kendaraan lapis baja tersebut diawaki oleh tiga anggota awak dan dapat membawa hingga 14 tentara. Pengemudi duduk di tengah hull, sementara komandan dan asisten komandan ditempatkan di kedua sisi pengemudi.

Baca Juga:  Indonesia Berencana Tambah Pasukan di PBB Jadi 4.000 Personel Pada 2019

Pengangkut personel lapis baja ini dilengkapi dengan remotely-controlled weapon station, dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62 mm. Meskipun demikian senjata yang lebih berat, seperti senapan mesin berat 12,7 atau 14,5 mm, atau peluncur granat otomatis 30 atau 40 mm dpat juga dipasang. Selain itu ada dua senapan mesin 7,62 mm yang terpasang di depan kendaraan. BT-3F menggunakan mesin dan transmisi BMP-3. Didesain khusus untuk operasi di laut, kendaraan memperoleh peningkatan kelaikan laut dan daya apungnya, mampu bergerak mengapung pada sea state 3.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan