Inggris Pakai Teknologi 5G Huawei China, AS Ancam Embargo F-35

Parlemen Inggris telah mempertanyakan ancaman Amerika Serikat (AS) yang akan membatalkan rencana penempatan Lockheed Martin F-35 Light Strike Fighter (JSF) yang telah lama direncanakan ke negara itu menyusul keputusan pemerintah Inggris yang akan membuka jaringan 5G menggunakan teknologi dari China. Seperti dilansir janes.com (08/05/2020)

Ketua Komite Pertahanan, Tobias Ellwood, mengirim surat kepada Sekretaris Negara untuk Pertahanan Inggris, Ben Wallace, pada 6 Mei di mana ia meminta klarifikasi atas laporan baru-baru ini bahwa senator Republik di AS bergerak untuk melarang penyebaran baru pesawat militer ke negara-negara dengan yang memakai jaringan jaringan 5G dan 6G dari China.

“Jika disahkan, ini akan menghalangi penyebaran F-35 Angkatan Udara AS [USAF] yang telah direncanakan di Angkatan Udara Kerajaan [RAF] Lakenheath, dan juga dapat mempersoalkan rencana HMS Queen Elizabeth untuk membawa Korps Marinir AS [USMC ] F-35, “kata surat itu, menambahkan,” Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa bahkan ketidaksepakatan antara kami dan sekutu keamanan terdekat kami tidak membantu pada saat stabilitas global berada pada titik terendah seperti saat ini. Karena itu saya harus berterima kasih jika Anda dapat mengklarifikasi apa yang dilakukan pemerintah [Inggris] untuk memastikan bahwa inisiatif ini tidak dilanjutkan lebih jauh. ”

Foto: US Navy

Sebagaimana dicatat dalam surat Ellwood yang ditulis sebagai tanggapan terhadap laporan yang pertama kali diterbitkan di The Daily Telegraph bahwa para senator di AS bergerak untuk menjaga data rahasia militer AS yang sensitif di negara-negara yang akan memakai jaringan 5G buatan perusahaan China Huawei.

Baca Juga:  Korea Selatan Targetkan Selesai Rakit Pesawat KF-X Pada Tahun Ini

Rencananya, pada November 2021, USAF akan memulai penyebaran permanen dua skuadron F-35As ke Fighter Wing ke-48 di RAF Lakenheath di Suffolk.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan