Inggris Siap Menghadang Penjualan Pesawat JF-17 Dari China ke Argentina

Inilah efek jika pernah perang dengan salah satu negara adidaya terus kalah, mau beli pesawat terbang aja susah. Argentina pernah perang dengan Inggris rebutan pulau malvinas dan kalah, akibat dari kekalahan itu mereka tanggung sampai sekarang.

Argentina sedang kekurangan pesawat tempur menyusul pensiunya Dassaul Mirage III pada 2015.

Mereka mencoba membeli penggantinya dari F-16 sampai FA-50 buatan Korea Selatan, tapi selalu diganjal veto oleh Inggris.

Pada Mei 2021, dilaporkan bahwa delegasi China tiba di Argentina untuk menegosiasikan penjualan 12 unit pesawat tempur JF-17 ke Angkatan Udara Argentina. JF-17 adalah pesawat kolaborasi China dan Pakistan.

Tapi ternyata, Inggris masih punya kesempatan untuk mengagalkan transaksi ini. Karena salah satu komponen krusialnya, yaitu kursi lontar, dibuat oleh perusahaan Inggris, Martin-Baker.

Martin-Baker dipilih oleh Chengdu Aircraft Industry Group untuk memasok kursi lontar PK16LE untuk pesawat JF-17. Kursi lontar PK-16LE Mk16 juga memiliki ejection sequencer, yang mengatur waktu pemisahan kursi lontar dan parasut pilot yang melakukan eject. Fitur utama PL-16LE Mk16 adalah rearward firing headbox, leg restraints, dan bantalan yang disempurnakan. Di bawah bantal kursi terdapat perlengkapan keselamatan pilot yang mencakup flare penyelamat, perahu karet kecil, obat-obatan, makanan, dan beberapa aksesori lainnya.

Jika ini benat dilakukan Inggris, kerajaan Ratu Elizabeth itu benar-benar sadis dalam meruntuhkan kekuatan perang musuhnya.

Channel Militermeter

2 Komentar

  1. Ngawur, martin baker dipakai jf17 versi pakistan karena permintaan pakistan, Myanmar itu contoh jf17china version tanpa martin baker

Tinggalkan Balasan