Iran Laksanakan Latihan Perang Great Prophet XIV, Targetnya Kapal Induk

Pada tanggal 28 Juli 2020, Iran melaksanakan fase terakhir dari latihan perang bertajuk “Great Prophet XIV”. Dalam latihan perang ini, kekuatan Iran dari laut, udara serta pesisir dikerahkan untuk menyerang carrier atau kapal induk, kapal mock up pun benar-benar mirip dengan kapal induk US Navy (AL Amerika Serikat).Satuan elit Garda Revolusi Iran / IRGCN (Islamic Revolution Guards Corps Navy) dari dua matra diterjunkan, laut dan udara.Latihan dimulai dengan menembaki Kapal Induk target dari pesisir. Juru bicara IRGC, Brigadier General Abbas Nilforoushan mengatakan bahwa dalam latihan ini digunakan senjata maupun hardware yang “mengejutkan”, salah satunya adalah misil balistik jarak jauh yang mampu menyerang kapal.Terlihat di video latihan yang dirilis Iran adalah rudal Fateh, beberapa varian Fateh 110 seperti Khalij Fars, Hormuz-1, dan Hormoz-2 diklaim Iran memiliki kapabilitas anti-kapal.Helikopter tipe Bell 206 juga terlihat menembakkan misil anti-kapal Nasr-1 yang dibawa di bawah badannya. Misil anti-kapal ini adalah kopian dari C-704 yang memiliki jarak jangkau 35 km. Agar dapat dibawa helikopter, ujung sirip di bagian tengah badan Nasr-1 dipangkas. Iran sendiri memiliki beberapa helikopter Augusta-Bell AB-206 peninggalan dari rezim Pahlavi. Bell 206 yang terlihat di latihan ini memakai paint scheme berwarna putih seperti heli sipil.Serangan dilanjutkan oleh swarm boghammar yang mendekati carrier target serta melepas tembakan roket, dan kemudian berputar mengelilinginya. Beberapa penyelam tempur memasang limpet mine di bagian hull carrier target. Akhirnya carrier target dinaiki oleh tim komando yang diturunkan dari helikopter Mi-17, dan setidaknya terlihat satu orang menggunakan parasut.Kekuatan darat IRGC juga menembak sebuah target drone menggunakan MANPADS, yang mensimulasikan penembakan jatuh drone intai musuh.Iran mengatakan bahwa jalannya latihan ini diawasi dari satelit Nour-1 yang ditempatkan di orbit pada tanggal 22 April.Major General Hossein Salami mengatakan bahwa latihan IRGC ini berada dalam level yang “ekstensif dan realistis”, serta berdasarkan konfrontasi dengan musuh nyata. Agar IRGC tidak mengalami kebingungan ketika menghadapi situasi nyata, IRGC menggunakan pendekatan teknis yang benar, aplikasi peralatan yang benar serta taktik yang inovatif dalam latihan.Sumber: Lighting Ii Chan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan