Israel Gelar Latihan Militer Bersama UEA dan Bahrain di Laut Merah

AS, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Israel meluncurkan latihan bersama di Laut Merah 11 November. Negara Yahudi itu telah melakukan latihan dengan Uni Emirat Arab (UEA) sebelumnya, tetapi ini adalah pertama kalinya angkatan laut Israel berlatih bersama dengan Bahrain.

Otoritas UEA di Abu Dhabi telah memajukan aliansi militer dengan Tel Aviv selama beberapa dekade untuk membendung ancaman dari Iran. Awal bulan lalu, otoritas UEA menghadiri latihan udara di Israel – AS, Jerman dan Prancis juga ambil bagian.

Latihan angkatan laut bersama ini berlangsung lebih dari setahun setelah UEA dan Bahrain menormalkan hubungan dengan Israel.

Negara Arab Islam lainya adalah Maroko dan Sudan yang sama-sama telah mengakui Israel pada tahun yang sama, sebagai imbalannya Maroko mendapat dukungan mantan presiden Donald Trump untuk klaimnya atas Sahara Barat, sementara Sudan dihapus dari daftar Negara Sponsor Teror AS. Kebijakan Trump itu disebutnya sebagai Abraham Accords yang kemudian dilanjutkan oleh Joe Biden.

Sejak Februari, Israel dan Iran telah terlibat dalam apa yang oleh beberapa analis digambarkan sebagai semacam “perang bayangan”, dengan kapal-kapal Israel yang diserang Iran. Latihan ini dimaksudkan untuk mengirim pesan ke Teheran. Ada diplomasi minyak baru dan ada perang minyak baru hari ini. Pemberontak Houthi yang didukung Iran dari Yaman, misalnya, juga menargetkan pengiriman minyak. Saat ini ketegangan secara umum sedang meningkat di Laut Merah dan juga di Afrika Utara pada umumnya.

Baca Juga:  Rusia Kirim Pasukan Spetsnaz Memburu Kelompok Penyerang Drone di Suriah

Laut Merah tentu saja merupakan saluran bagi sebagian besar perdagangan minyak dunia, dan baik UEA maupun Bahrain ambil bagian dalam konflik melawan pemberontak Houthi. Jadi, pemilihan lokasi latihan gabungan angkatan laut pada awal November ini sendiri cukup signifikan.

Wakil Laksamana Brad Cooper, komandan Armada ke-5 AS – yang memimpin latihan tersebut – menyatakan bahwa “Kolaborasi maritim membantu menjaga kebebasan navigasi dan arus perdagangan bebas, yang penting bagi keamanan dan stabilitas regional”. Dia juga menyatakan: “Kami memiliki kepentingan di Bab el-Mandab, yang mempengaruhi kebebasan bergerak Negara Israel, dan kami perlu memberi peringatan kembali pada Iran, dan negara-negara lain yang menjadi ancaman bagi sekutu kami”.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan