Istri Raja Malaysia Minta Pengkritik Dirinya Dibebaskan Dari Penjara

Istri Raja Malaysia atau Sang Raja Permaisuri Agong meminta secara resmi agar orang yang telah mengkritik dirinya dibebaskan dari penjara dan segala tuduhan.

Dia juga menuliskan kekesalanya atas tindakan polisi yang dirasanya berlebihan itu di Twitter.

Raja Permaisuri Agong dikritik di media sosial selama perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia pada tanggal 31 Agustus karena mengambil banyak foto. Beberapa orang menyebutnya “berperilaku seperti anak kecil”, menurut surat kabar Malaysia Star.

Tapi ia menjawab bahwa raja telah memintanya untuk mengambil gambar.

Sang Ratu pun sempat menghapus akunya di Twitter pada Hari Rabu, pekan kemarin. beberapa warga menyebut itu karena adanya kritikan pada dirinya.

Sepekan setelah menghapus akun twitternya, Sang Ratu kembali mengaktifin akunya yang langsung diserbu warga Malaysia yang memberikan dukungan padanya dan memintanya untuk terus aktif di media sosial mengabarkan keadaan aktifitasnya.

“Saya benar-benar kesal karena polisi telah menahan orang-orang itu. Selama bertahun-tahun, saya dan suami tidak pernah membuat laporan polisi tentang komentar-komentar buruk tentang kami,” tulisnya, menurut surat kabar Straits Times.

“Ini negara bebas,” tambahnya.

Ia mengaktifkan kembali akun Twitternya setelah mendengar tentang penangkapan itu karena merasa “marah dan kesal”.

“Saya sendiri mengatakan kepada Pihak Istana untuk berkata kepada polisi agar tidak mengambil tindakan apa pun. Saya ulangi lagi, saya tidak menonaktifkan akun saya karena mereka,” katanya.

Baca Juga:  Dikatai Anak Pelacur, Obama Langsung Boikot Pertemuan Presiden Filipina

“Suami saya dan saya tidak pernah membuat laporan polisi, dan saya tidak pernah sedih (ketika saya membaca komentar tentang saya); sebaliknya, saya tertawa karena Allah tahu siapa saya!” ia menambahkan.

Para pengkritik istri raja dijerat dengan undang-undang penghasutan 1948 – yang sudah lama dikritik oleh oposisi politik dan kelompok hak asasi – mereka ditahan semalam di kantor polisi sebelum dibebaskan dengan jaminan pada hari Sabtu.

Malaysia memiliki sistem monarki konstitusional yang tidak biasa, di mana jabatan puncaknya dirotasi antara sembilan keturunan penguasa setiap lima tahun.

1 Komentar

  1. Di indonesia raja raja nusantara gak dpat apa apa.. padahal nenek moyangnyalah penyokong NKRI paling utama dgn menyumbang ber Ton Ton emas untuk pembangunan..
    Seharusnya ada jatah perwakilan raja raja nusantara untuk duduk di MPR.

Tinggalkan Balasan ke Surel Batalkan balasan