Jepang dan Amerika Bahas Kerjasama Reaktor Nuklir Terbaru

Jepang dan Amerika Serikat sedang mengatur untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan reaktor generasi mendatang dan bidang energi nuklir lainnya, menurut sumber.

Berkat pergeseran drastis Jepang dari kebijakan di mana tidak ada rencana untuk membangun atau membangun kembali reaktor nuklir, Tokyo dan Washington diatur untuk sekali lagi memiliki niat yang sama untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.

Menteri Perekonomian, Perdagangan dan Industri Yasutoshi Nishimura, yang saat ini mengunjungi Amerika Serikat, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Energi AS Jennifer Granholm pada hari Senin di Washington untuk mengkonfirmasi pendalaman hubungan kerja sama.

Keduanya diharapkan untuk fokus pada pengembangan reaktor air ringan canggih, yang diyakini lebih aman daripada reaktor konvensional, dan reaktor modular kecil, yang telah diambil inisiatif oleh Amerika Serikat untuk dikembangkan.

Nishimura akan menjelaskan pada pertemuan tersebut kerangka kerja yang dirancang oleh pemerintah Jepang yang akan memungkinkan reaktor nuklir beroperasi secara efektif selama lebih dari 60 tahun dan kebijakan untuk mempromosikan pembangunan reaktor generasi berikutnya dengan maksud untuk membangun kembali yang sudah ada, menurut sumber tersebut. .

Para menteri Jepang dan AS akan membahas bagaimana pembangkit nuklir dapat digunakan untuk mewujudkan masyarakat tanpa karbon dan masa depan reaktor generasi mendatang yg lebih aman, kata sumber tersebut.

Pada pertemuan tersebut, keduanya juga diperkirakan akan membahas kekhawatiran tentang meningkatnya kekurangan gas alam setelah invasi Rusia ke Ukraina. Jepang berharap untuk mengamankan pasokan gas alam yang stabil dari Amerika Serikat.