Jika Herd Imunity Diterapkan di Indonesia Untuk Atasi Covid-19, 2 Juta Warga Bisa Tewas

Seiring makin meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia dan langkah pemerintah yang dinilai lamban, tiba-tiba muncul kalimat “Herd Imunity” yang sangat menakutkan.

Herd Imunity artinya Manusia sudah kebal pada virus. Untuk mencapai Herd Imunity pada kasus Corona, bisa disuntik dengan vaksin atau membiarkan seseorang terinfeksi virus Corona.

Nah untuk kasus Corona atau Covid-19 ini jelas belum ada vaksin nya, maka satu-satunya agar manusia punya Herd Imunity adalah membiarkan virus ini menyebar ke semua warga. Kalau beruntung dia selamat dan punya Herd Imunity, kalau enggak ya mati.

Jadi harus siapkan kuburan massal, berapa banyak yang akan jadi korban? kalau berdasarkan data WHO, angka kematian Covid!-19 di angka 1%. Jadi total kematian jika kebijakan ini diambil 1% x 250juta = 2,5juta jiwa warga yg mati. Ngeriii.

Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menilai penerapan herd immunity untuk mengatasi Corona COVID-19 di Indonesia sama sekali tidak boleh dijadikan pilihan. Alasannya cukup tegas: cara itu dapat menghilangkan satu generasi, alih-alih menghentikan pandemi.

Kajian PAPDI ini ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih pada Jumat (27/3/2020) kemarin.

“Dampaknya adalah peningkatan jumlah kematian. Kematian massal ini bisa terjadi di kelompok usia produktif sehingga mengakibatkan hilangnya sebuah generasi,” demikian tertulis dalam surat pengantar kajian tersebut seperti dikutip dari tirto,id.

Baca Juga:  Update Virus Corona China: 170 Tewas dan 7184 Terinfeksi

PAPDI berkesimpulan herd immunity untuk COVID-19 di Indonesia dapat memusnahkan satu generasi karena faktanya tingkat penyebaran penyakit ini sangat tinggi, sementara di satu sisi populasi di Indonesia sangat besar.

Jumlah penyakit penyerta juga tinggi, yang membuat seseorang semakin rentan seandainya terinfeksi COVID-19.

Angka 2,5 juta di atas bisa membesar. Karena PAPDI mencatat dari 250juta warga Indonesia ada 1,5 persen orang yang menderita penyakit penyerta kardiovaskular, lalu diabetes (10,9 persen), paru kronis (3,7 persen), hipertensi (34 persen), kanker (1,8 per 1 juta penduduk), dan autoimun (3 persen).

“Sehingga jumlah populasi yang berisiko terkena infeksi dengan teori herd immunity akan berjumlah fantastis,” tertulis dalam surat tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan