Jual Isu Pan-Islamisme, Turki Berencana Gaet Malaysia dan Indonesia Bikin Pesawat Sekelas F-35

Turki terus mengembangkan kemampuan bikin senjata. Negara separo Eropa dan Asia itu juga sekaligus membangkitkan nostalgia imperium Ottoman. Salah satu proyek ambisiusnya adalah Pesawat Tempur TF-X, pesawat tempur generasi ke-5 yang diklaim setara F-35

“(TF-X) akan menjadi jet tempur besar pertama umat Islam,” kata Temel Kotil, CEO Turkish Aerospace Industries. “Membangun pesawat tempur terlebih dahulu dan kemudian menjualnya adalah modalitas. Tetapi kami pikir lebih baik jika kami menerima mitra pada tahap ini.”

TAI akan menawarkan program ini ke Malaysia, Indonesia, Pakistan, Bangladesh dan Kazakhstan sebagai mitra potensial atau pembeli jet tempur masa depannya. Mereka yang akan digaet adalah negara-negara mayoritas Islam.

Khusus untuk Malaysia, Turki sudah mengajak Malaysia untuk bergabung dalam produksi jet latih dan pesawat serang ringan HÜRJET (Hurjet). Kuala Lumpur dapat berkontribusi dalam hal teknologi dan membuat komponen pesawat tersebut.Hurkus, sebuah pesawat latih serang ringan.

Khusus untuk pesawat tempur TF-X, Turki sudah menjalin kemitraan dengan Rolls Royce dan BAE System dari Inggris untuk memasok mesinnya dan transfer teknologi lainya. Dalam sejarah, Kerajaan Inggris dan Ottoman Turki memang akrab.

Pada Oktober 2016, Rolls-Royce menawarkan kemitraan produksi bersama ke Turki untuk memperkuat platform yang direncanakan negara itu. Tawaran itu melibatkan penjualan potensial kepada pihak ketiga dan unit produksi di Turki untuk memproduksi mesin untuk TF-X serta helikopter, tank dan rudal.

Baca Juga:  Bantu Serbia, Rusia Kirim 10 Pesawat Kargo Il-76

Lalu di tahun 2017, BAE Systems dan TAI menandatangani kesepakatan senilai US$ 125 juta untuk berkolaborasi pada fase pengembangan pertama TF-X.

Pejabat kedirgantaraan dan pengadaan Turki sekarang berencana untuk menerbangkan pesawat tempur TF-X dalam kerangka waktu 2025-2026, meskipun target seharusnya dilakukan pada tahun 2023.

Bagaimana para pembaca? kayaknya proyek TF-X Turki ini lebih punya prospek dibanding KF-X dalam hal teknologi yang sudah mapan diback-up oleh Inggris, sedangkan KF-X belum ada back-up dan malah beberapa kali diganjal oleh Amerika.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan