Kapal Selam Scorpene Pertama INS Kalvari Diserahkan ke Angkatan Laut India

Pembuat kapal milik negara India, Mazagon Dock Limited (MDL) telah menyerahkan kapal selam kelas Scorpene pertama untuk Angkatan Laut India, INS Kalvari (S50) pada hari Kamis (21/09).

Peresmian kapal tersebut diperkirakan akan segera dilakukan dan akan menjadi kapal selam konvensional baru pertama di negara itu selama lebih dari 17 tahun.

Kalvari (hiu macan) adalah kapal pertama dari enam kapal selam diesel Prancis yang dibangun di bawah “Project-75” senilai Rs 23,652 crore di Mazagon Docks di Mumbai.

Kapal tersebut telah menyelesaikan sea trial yang lengkap dan uji coba senjata pada awal tahun ini. Selama uji coba, Kalvari telah melakukan uji coba torpedo SeaHake Jerman dan rudal anti-kapal SM39 Exocet dari Prancis.

Namun, INS Kalvari masih belum dilengkapi sistem senjata utamanya melawan kapal selam musuh dan kapal perang
permukaan, mengingat pembatalan kontrak untuk torpedo kelas berat Black Shark, yang dibuat oleh Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS), anak perusahaan produsen senjata Italia Finmeccanica. Kesepakatan itu dibatalkan karena adanya tuduhan korupsi.

Kapal kedua, INS Khanderi dijadwalkan akan diserahkan pada bulan Desember. Dan yang ketiga, INS Karanj, akan diluncurkan akhir tahun ini.

Angkatan Laut India saat ini hanya memiliki 13 kapal selam diesel-electrik yang telah menua, dan hanya setengahnya beroperasi pada waktu tertentu. India juga memiliki dua kapal selam bertenaga nuklir, INS Arihant dan INS Chakra. Kapal selam Chakra merupakan kapal selam serang bertenaga nuklir yang disewa dari Rusia.

Baca Juga:  Kadispenau: Kami Optimistis, Asa itu Masih Ada di Tanah Papua

Angkatan Laut India membutuhkan setidaknya 18 kapal selam konvensional (SSK), enam kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) dan empat kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir (SSBN).

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengoperasikan lebih dari 60 kapal selam termasuk 5 SSBN.

Angkatan Laut India baru-baru ini mengeluarkan permintaan untuk informasi (request-for-information) kepada enam produsen asing untuk kontrak baru senilai $ 8 miliar untuk membangun enam kapal selam konvensional dengan teknologi air-independent propulsion (AIP). AIP akan meningkatkan daya tahan kapal selam dibawah air.

Sumber : defpost.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan