Kemhan Siapkan Transfer Teknologi Meriam Skyshield

Transfer Teknologi dalam pembelian alutsista telah menjadi kebijakan wajib sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Kementrian Pertahanan saat ini sedang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap alih teknologi Meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) Oerlikon Skyshield buatan Rheinmettal Air Defence (RAD) Swiss yang akan dilakukan oleh PT INTI.

Dalam rapat Monitoring dan Evaluasi tersebut Kemhan RI diwakili Dirjen Pothan dan dihadiri oleh perwakilan RAD, PT Len Industri, PT Pindad dan personel Depohar 50 dan 60.

Dalam rapat tersebut pihak Rheinmettal selaku pemberi alih teknologi memaparkan terkait Offset Status, Offset Program Schedule, PCBA Maintenance and Repair Training yang dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan dan cara perawatan meriam Oerlikon Skyshield untuk TNI AU yang terdiri dari 6 Modul yang akan diselesaikan sampai dengan tanggal 11 September 2020.

Pembagian Modul antara lain : Module Repair, Intelectual Property, Test System sebanyak 3 Module, Automatic Test System (ATS) Calibration and Maintenance, Testing and Fault Diagnostic dan Certification). Saat ini telah memasuki modul ke-3 yang rencananya berakhir pada tanggal 8 Mei 2020, dimana telah menyelesaikan 76% dari keseluruhan kegiatan Ofset.

TNI AU adalah pengguna pertama senjata pertahanan udara Skyshield 35 mm MK-2 selain negara pembuatnya Swiss, senjata ini dibuat tahun 2014 oleh pabrikan senjata Swiss Oerlikon Contraves Rheinmetall.

Skyshield Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short  Range Air Defence/ SHORAD) mempunyai jangkauan peluru sejauh 4000m dengan kecepatan 1000 peluru/menit, dan jarak kecepatan amunisi rata-rata 1050 meter/detik, sedangkan maksimal magazen sebanyak 252 butir.

Baca Juga:  Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, Pos Iwur Laksanakan Karya Bhakti Perbaikan Jembatan Gantung

Sky Gun Misille memiliki amunisi AHEAD  (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 butir dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles)setelah 4 detik ditembakan, sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10%.

Satu Firing Unit (FU) Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.