Kemhan Temukan 12 Masalah Di Kapal Selam Buatan Korea Selatan

Kementrian Pertahanan (kemhan) yang dipimpin Prabowo Subianto saat ini tengah mengevaluasi proyek pertahanan yang bersifat strategis nasional yaitu produksi pesawat tempur IFX dan kapal selam yang merupakan kerjasama dengan Korea Selatan.

Untu pesawat tempur kerjasama KFX/IFX saat ini masih dalam tahap Engineering Manufacture Development (EMD) pihak Indonesia saat ini terkendala belum bayar uang urunan.

Sedangkan untuk Kapal selam,
Indonesia sudah mendapatkan 2 kapal selam kelas Chang Bogo yang dibuat di Korsel dan 1 kapal selam yang sedang menjalani uji pelayaran yang dibuat oleh PT. PAL Surabaya.

Indonesia memesan 3 lagi kapal selam jenis yang sama. Nah pesanan yang kedua ini menurut beberapa media luar negeri dibatalkan karena ada beberapa masalah mendasar. Namun pihak kemhan belum mengakui hal tersebut.

Dalam evaluasi kemhan kemarin, seperti dikutip dari kompas.com

dari 3 unit kapal selam batch pertama sudah sampai di Indonesia, dua kapal selam sudah diserahkan kepada TNI AL yaitu KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 sedangkan KRI Alugoro 405 masih menjalani uji intensif oleh PT PAL-DSME selaku principal kapal selam ini

Menurut Ketua Pelaksana Harian Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Sumardjono “dulu waktu kapal pertama diserahterimakan di Korea memang ada 12 masalah di kapal selam tersebut. Lalu kita datangkan ahlinya langsung dari Korea, akhirnya berkurang masalahnya hingga saat ini tinggal 5 kendala. Kapal selam kedua sudah jauh lebih baik penyelesaiannya”

Baca Juga:  Kapal Patroli KRI Sibarau-847 Milik TNI AL Tenggelam di Sumatera Utara

Apa yang diungkapkan oleh Sumardjono itu nampaknya sesuai dengan pemberitaan media Prancis Latribune yang memberitakan Pemerintah Indonesia kecewa dengan performa kapal selam buatan Korea tersebut sehingga mencari alternative pemasok kapal selam lain seperti U214 Turki/Jerman dan Scorpene Prancis