Kepung Panshir, Taliban Minta Bantuan Rusia Membujuk Aliansi Utara Untuk Berdamai

Taliban telah mengepung pasukan aliansi utara (anti Taliban) yang terletak di provinsi Panshir Afghanistan, menurut perwakilan resmi taliban Zabihullah Mujahid. Klaim itu dibuat sehari setelah Taliban mengirim ribuan pejuang untuk menguasai Lembah Panjshir, di mana pasukan perlawanan Afghanistan telah berkumpul di bawah komandan Ahmad Massoud jr.

Pada 23 Agustus, Zabihullah Mujahid menulis di Twitter bahwa pasukan Taliban telah mengambil posisi di wilayah Badakhshan, Takhar dan Andarab dekat Panjshir. Namun Taliban mengklaim

“Musuh sedang dikepung. Kami berjuang untuk penyelesaian damai dan mencoba menyelesaikan masalah melalui negosiasi, ”- klaimnya.

Distrik Banu, Pol-e-Hesar dan Deh Salah di provinsi Baghlan yang dilaporkan diambil oleh pasukan perlawanan berada di bawah kendali Taliban. Menurut pemimpin perlawanan Massoud jr., distrik-distrik itu direbut oleh kelompok-kelompok milisi lokal yang bereaksi terhadap “kebrutalan” Taliban di daerah itu. Namun klaim itu masih diragukan.

Pihak Taliban sendiri meskipun mengepung Panshir tetap membuka secara bebas perbatasan Panshir dengan dengan wilayah lain di daerah Salang.

Panjshir yang sebagian besar dihuni oleh etnis Tajik tetap menjadi wilayah besar terakhir di luar kendali Taliban. AS dan sekutunya mungkin menganggap Panjshir sebagai “benteng” melawan Taliban. Panshir saat ini dipimpin oleh Wakil Presiden Amrullah Saleh dibantu Massoud jr. yang memimpin angkatan bersenjata setempat.

Sebagai tanggapan, Taliban membuat seruan pers melalui media Rusia, menyatakan kesiapan mereka untuk menyelesaikan konflik secara damai. Menurut Duta Besar Rusia untuk Afghanistan, Dmitry Zhirnov, salah satu pejabat tinggi Taliban datang ke kedutaan Rusia pada 21 Agustus, mengklaim bahwa kelompok itu siap untuk berdialog dengan Saleh, meminta Moskow untuk menyampaikan seruan publik mereka kepada pejabat Panjshir.

Baca Juga:  Tank Rusia Akan Disembunyikan Dalam Busa Silika

Karena tidak ada tanggapan dari komandan Panjshir, Taliban mengklaim bahwa pejuang mereka pindah ke wilayah itu untuk mengambilnya di bawah kendali mereka.

Sementara itu, para penentang Taliban di Panjshir menyatakan kesiapan mereka untuk memerangi Mujahidin. Menurut laporan, mereka memiliki hingga enam ribu pejuang di barisan mereka, termasuk beberapa unit reguler pasukan pemerintah, serta senjata berat. Namun tetap saja tidak sebanding dengan kekuatan senjata dan jumlah personel Taliban.

Banyak pihak takut terjadi pembantaian etnis (Genosida) jika terjadi perang besar di sana. Taliban saat ini memeliki banyak senjata mematikan seperti Tank modern Abrams, Humvee, pesawat tempur ringan, helikopter sampai peluncur roket MLRS.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan