Kisah Kapal Selam Nuklir Rusia Yang Tenggelam Sebelum Latihan Tembak Torpedo

Mengenang tragedi tenggelamnya Kapal Selam Rusia Kursk yang kronologi hilangnya mirip dengan KRI Naggala-402, yaitu beberapa saat sebelum latihan menembak torpedo.

Kapal selam bertenaga nuklir milik Rusia itu tenggelam di Laut Barents pada 12 Agustus 2000. Insiden itu menjadi salah satu kecelakaan maritim paling nahas dalam sejarah pelayaran militer. Total ada 118 jiwa yang gugur.

The Kursk, kapal selam yang tenggelam itu, mengangkat sauh dari Rusia pada 10 Agustus 2000 untuk sebuah latihan simulasi militer di Laut Barents, dekat Lingkar Arktika. Di sana, kapal selam sepanjang 152 meter itu bergabung bersama sejumlah alutsista Negeri Beruang Merah lain.

Pada 12 Agustus, ketika tiba di Laut Barents, kapal selam bermesin reaktor nuklir itu dijadwalkan melakukan latihan menembak torpedo tepat pada pukul 11.29 waktu setempat. Namun, saat Kursk tengah bersiap untuk meluncurkan misil, dua ledakan dalam jarak waktu yang berdekatan terjadi di lambung ruang torpedo kapal selam (kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan hidrogen peroksida sebagai propelan torpedo—bahan kimia yang sangat mudah menguap sehingga Angkatan Laut Kerajaan Inggris melarang penggunaannya beberapa dekade sebelumnya)

Akibatnya, terbentuklah lubang besar menganga di bagian paling krusial kapal. Alhasil, dalam waktu singkat, Kursk karam bersama seluruh awaknya.

Pada saat itu, tak ada armada Rusia di Laut Barents yang mengetahui nasib Kapal Selam Kursk. Sementara, simulasi perang pun tetap terlaksana.

Baca Juga:  Meriam Howitzer Paladin Pesanan Taiwan Akan Mulai Dikirim Tahun 2023

Setelah beberapa hari, barulah kabar karamnya kapal selam itu sampai ke telinga Moskow dan dunia.

Namun Rusia menolak bantuan dari negara lain untuk menemukan kapal selam itu. Tragedi ini punya dikenang sebagai musibah terburuk dalam sejarah kapal selam.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan