Kisah Prajurit TNI Yang Jadi Cacat Dalam Tugas

Menteri Pertahanan memberi semangat pada prajurit peyandang disabilitas. Foto: Tempo

Kapten Oktovianus Lapang

Kaki kanan Oktovianus Lapang nyaris diamputasi. Penyebabnya, prajurit Kodam VII/Wirabuana itu mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas penanggulangan bencana di Ambon, Maluku, pada 22 Desember 2013.

”Saya ditabrak pengendara motor ugal-ugalan sampai terlempar ke parit. Kaki saya patah,” kata Okto, sapaannya. ”Untung, istri saya mengupayakan agar lutut saya diperbaiki dengan lutut palsu. Meski mahal, uang bisa dicari,” lanjut pria kelahiran Ambon, 28 Oktober 1960, itu.

Meski kakinya selamat dari amputasi, Okto tidak dapat bertugas di lapangan. Dia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. ”Saya merasa tidak berguna. Mau apa-apa harus dibantu orang. Saya ibarat kerikil di kesatuan,” ucapnya.

Okto menjalani rehabilitasi sejak Juli lalu. ”Di sini saya merasa mendapat mukjizat. Ternyata, yang lebih parah daripada saya banyak. Saya merasa tidak sendirian,” ujarnya. ”Saya ambil kursus musik. Nanti kalau pensiun bisa untuk main di gereja atau untuk di acara ulang tahun,” imbuh bapak dua anak tersebut.

Kopral Kabul terlindas kontainer

Baca Juga:  Ban Pecah, Pesawat Tempur Hawk TNI Tergelincir di Riau

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan