Klasifikasi Bom Udara Ke Darat Dari Pesawat Tempur

Lazimnya perkembangan teknologi, selalu ada klasifikasi pada tiap kelas senjata. Seperti halnya pesawat tempur dan tank. Bom yang dijatuhkan dari udara ke darat juga punya kelas-kelas sendiri sesuai dengan teknologinya.

Naval Air Systems Command (NAVAIR) US Navy (AL-nya Amerika) membagi-bagi Bom atau DAW (Direct Attack Weapons) ke dalam lima generasi sebagai berikut:

Generasi 1: Senjata tak berpemandu yang jatuh bebas, atau juga dikenal dengan istilah dumb bomb. Contohnya Mk 82/BLU-111, Mk 83/BLU-110, Mk 84/BLU-117, ditambah bom latih Mk 76 dan BDU-48. Bom ini tidak punya pemandu, sehingga mengandalkan kemampuan pilot untuk bisa jatuh menghantam target di darat.

Generasi 2: Ballistic Release Point Precision Guided Munition (PGM). Senjata yang jatuh bebas namun memiliki sistem pemandu laser, yang mengoreksi laju bom untuk meningkatkan akurasi. Contohnya seri munisi Paveway II (GBU-10, GBU-12, GBU-16) ditambah senjata latih Laser Guided Training Round (LGTR).

Generasi 3: In-Weapon Launch (IWL) Acceptability Region PGM. Senjata yang menggunakan sistem pemandu INS (inertial navigation system) untuk terbang ke sasaran yang sudah direncanakan, maupun target yang sudah ditandai. Contohnya seri JDAM (GBU-31, GBU-32, GBU-38).

Generasi 4: IWL PGM with VMC (Visual Meteorological Conditions) Direct Attack Moving Target Capability (DAMTC). Senjata yang dapat menyerang sasaran bergerak dengan kombinasi sistem pemandu laser sekaligus INS/GPS. Contohnya GBU-54 Laser JDAM dan GBU-49 Enhanced Paveway II.

Baca Juga:  Storm, Kapal Induk Supercarrier Rusia Bisa Tampung 100 Pesawat

Generasi 5: IWL PGM with VMC & IMC (Instrumental Meteorological Conditions) DAMTC, Fire & Forget, Re-targeting. Senjata yang dapat menyerang sasaran bergerak, serta dapat mengincar sasarannya sendiri setelah dilepaskan dan bisa mengganti sasaran. Senjata dalam generasi ini biasa dicirikan dengan kemampuan autonomous target acquisition (ATA), adanya datalink, sayap untuk memperpanjang jarak jangkau, dan sistem berpemandu yang sifatnya “homing” (home-on-jam, passive radiation homing etc). Contohnya GBU-53 StormBreaker.

Sistem klasifikasi ini bisa dibilang cukup fleksibel, mengingat senjata-senjata bisa “naik” generasi dengan upgrade yang dilakukan lewat insersi teknologi dan akuisisi subkomponen yang modular. Misalnya Mk 82 dijadikan GBU-12 Paveway II atau GBU-38 JDAM.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan