Korsel Beri Diskon Iuran Proyek Pesawat KF-21 Untuk Indonesia

Korea Selatan (Korsel) mengurangi pembayaran biaya pengembangan jet tempur KF-21 yang perlu dilakukan Indonesia sebesar 100B KRW ($85M) menjadi 1.6T KRW, DAPA mengatakan pada Senin, seminggu setelah tercapainya kesepakatan baru Indonesia dengan Korea Selatan mengenai proyek bersama pengembangan jet tempur.

Pengurangan pembayaran Indonesia sejalan dengan pengurangan pajak untuk semua “aset pertahanan” yang DAPA berikan dan tidak ada hubungannya dengan meringankan beban Jakarta, menurut seorang pejabat senior DAPA.

“Penunjukan itu memakan waktu lebih lama dari yang kami kira. Indonesia juga tahu bahwa mereka harus menandatangani kontrak baru ketika penunjukan itu dilakukan,” kata pejabat itu, seraya menambahkan Jakarta akan memperpanjang kontribusinya hingga 2026, dan 30 persennya akan dibayar dalam berupa barang Sumber Daya Alam.

Barang yang dimaksud diantaranya adalah minyak sawit, bersama dengan barang industri diperkirakan akan menjadi barang yang di gunakan, ia juga menambahkan rencana untuk melakukan seluruh uji terbang yang sudah dijadwalkan hingga tahun 2026 sebelum produksi, tidak terpengaruh.

Sementara itu pihak DAPA akan menguji coba radar KF-21 yang terpasang pada pesawat B-737 di Afrika Selatan, pada bulan ini.

Setelah pengujian awal di Afsel, DAPA akan menguji radar tersebut di pesawat sebenarnya pada tahun depan, pejabat tersebut menambahkan bahwa pengujian mesin jet KF-21 akan berlangsung saat DAPA bersiap meluncurkan prototype KF-21 versi kursi ganda.

Baca Juga:  Amerika Setuju Jual 36 Rudal AMRAAM untuk Indonesia

Namun pejabat DAPA tersebut mengatakan bahwa mereka masih jauh untuk memasang sistem senjata di jet tersebut.

“Saya akan mengatakan itu berjalan sangat baik dengan rudal AAM. Tetapi kami belum membuat banyak langkah di bidang rudal AGM atau AShM. Kami membutuhkan lebih banyak waktu,” kata pejabat itu.

Indonesia akan mendapatkan 1 dari 6 prototype KF-21 dan pengetahuan teknologinya setelah membayar biaya sebesar 1.3T KRW beserta biaya keterlambatan ke Korsel.

Sumber: koreaherald.com/view.php?ud=20211115000842

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan