Lemahnya Turki Di Perang Dunia II, Mantan Adidaya Yang Tak Berdaya

Waktu cepat sekali berputar. Sebelum tahun 1900. Turki yang dipimpin Dinasti Ottoman adalah negara adidaya di dunia. Kejayaan Turki mulai runtuh saat kalah dalam Perang Dunia I. Turki yang berduet dengan Jerman tak berdaya melawan aliansi Sekutu (Inggris, Rusia Perancis dan Amerika Serikat).

Saat Perang Dunia II meletus pada 1939. Dinasti Ottoman telah runtuh, Turki berubah jadi Republik yang dipimpin oleh Presiden.

Selama Perang Dunia II berlangsung dari tahun 1939 – 1945 Tukri menjaga netralitas. Taukah anda ada beberapa alasan kenapa Turki tetap netral? berikut ini alasanya.

1. Militer yang lemah paska Revolusi.
Pada tahun 1938 pasukan Turki hanua memiliki 174.000 personel, 20.000 perwira, satu brigade lapis baja dan 3 brigade kavaleri. Ironisnya persenjataan mereka mayoritas sudah tua dan Februari 1940 dilaporkan Tukri meminta pasokan senapan dari Inggris 150.000 pucuk karena mereka sedang kekurangan senjata. Dari segi Angkatan Udara, Turki memiliki 131 unit pesawat yang setengahnya sudah modern, mereka juga memiliki 300 orang pilot terlatih yang melakukan latihan di Inggris. Terparah adalah Angkatan Lautnya, mereka hanya memiliki 4 kapal destroyer tua, 4-6 kapal selam tua, 2 heavy cruiser tua, satu unit battlecuiser tua dan beberapa kapal tua lainnya.

2. Doktrin Di Rumah Aja.

Saat pecahnya Perang Dunia II, Presiden Turki saat itu adalah İsmet İnönü. Dia mendoktrin rakyatnya untuk “Damai Dirumah, Damai Di Dunia”. Doktrin otu berasal dari pesan Mustafa Kemal Attaturk yang sudah mati pada tahun 1938.

Baca Juga:  Kalah Perang Melawan Hizbullah Tahun 2006, Awal Dendam Israel Pada Suriah

Ismet İnönü mendapat banyak tekanan dari Blok Axis dan Sekutu untuk berpihak, Jerman mengirim Franz von Papen ke Ankara dan Sekutu membujuk melewati PM Winston Churchill yang diam-diam bertemu İnönü di gerbong kereta dekat Adana pada 30 Januari 1943. Diketahui Turki sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Jerman maupun Inggris, pada 18 Juni 1941 Jerman-Turki menyepakati perjanjian persahabatan dan selain itu dari segi militer Turki lebih dekat dengan Inggris.

Namun Ismet Inonu tetap beriskukuh tak mau perang.

Pilihan ini mendapat banyak kritikan. Karena bangsa Turki dibully menjadi bangsa penakut tanpa raja keturunan Ottoman.

Namun Presiden İnönü saat itu lebih fokus modernisasi industri, ekonomi hingga infrastruktur, alasan ini juga kenapa militer mereka agak terbengkalai. Tapi hasilnya, produk-produk teknologi asal Turki mampu berjaya di Eropa, Afrika Timur sampai Timur Tengah.

Pelan tapi pasti, Bangsa Turki bangkit menuju ke puncak kejayaanya lagi.

Pada Agustus 1944, saat apsukan Uni Soviet memasuki Bulgaria, Turki memutuskan hubungan diplomatik dengan Jerman dan 23 Februari 1945 mereka deklarasi perang terhadap Jerman-Jepang.

Tidak lama, karena Jerman waktu itu sudah melemah begiru juga Jepang.

Presiden İnönü saat itu yang berhasil melakukan diplomasi baik ke Sekutu maupun Axis, sehingga Turki tidak di invansi oleh kedua belah pihak dan berhasil menjada netralitasnya hingga 1945.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan