Malaysia Akan Belanja Pesawat Tempur Ringan

Setelah sekian lama menderita tak mampu beli senjata strategis karena anggaran negara yang kembang kempis. Negeri Jiran Malaysia dilaporkan oleh airtimes.my siap membeli pesawat tempur ringan untuk Angkatan Udaranya.

Panglima Tentera Udara Jenderal Tan Sri Ackbal kemarin menyatakan, pemerintah telah menyetujui pengadaan pesawat tempur ringan untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Menurut dia, akuisisi tersebut melibatkan pesawat dengan fungsi ganda, yakni Fighter Lead-In Trainer / Light Combat Aircraft (LIFT / LCA).

“Pesawat platform tunggal dengan fungsi ganda ini perlu memiliki kapasitas yang seimbang dalam menjalankan perannya melatih pilot pesawat tempur dan berbagai misi operasional,” ujarnya saat jumpa pers di Pangkalan Udara Subang.

Pengadaan LIFT / LCA merupakan salah satu komponen Capability Plan 55 (CAP55).

Menurut dia, pemerintah sebelumnya telah menyetujui penggunaan Pesawat Patroli Maritim (MPA), Unmanned Aircraft System (UAS), Radar, dengan menyewa helikopter untuk menggantikan Nuri.

“Soal pengadaan LIFT / LCA, saya belum terima detail informasinya tapi kita tahu sudah disetujui,

“Kami akan mempelajari cara pengadaan pesawat tersebut,” ujarnya.

Ackbal menyatakan akuisisi LCA / LIFT merupakan salah satu perkembangan terbaru dalam perencanaan CAP55 yang akan memasuki Tahap 1 mulai tahun depan.

Komandan Angkatan Udara menekankan bahwa Tahap 1 CAP55 adalah bagian penting dan kritis.

“Fase 1 CAP55 akan dimulai tahun depan dan merupakan bagian paling kritis karena akan mempengaruhi arah perencanaan secara keseluruhan,

Baca Juga:  Dimediasi Rusia, Suriah dan Israel Saling Tukar Tahanan

Fase ini juga fokus mengganti seluruh aset utama yang berusia di atas 20 hingga 30 tahun seperti pesawat Bae Hawk, jelasnya.

Dalam balasan tertulis yang didistribusikan ke media, TUDM berencana mengakuisisi total 36 pesawat FLIT / LCA.

Pengadaan akan dilakukan secara bertahap di mana 18 pesawat akan diperoleh terlebih dahulu melalui pendaftaran proyek baru 2021.

“Aplikasi untuk pengadaan Tahap 2 untuk 18 pesawat lagi akan diterapkan dalam Rencana Malaysia ke-13,” kata pernyataan itu.

Sumber: airtimes.my via TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan