Mantan Petinggi Militer Rusia Curhat, Alutsista Negaranya Sudah Usang

Curhatan hati dari Viktor Imantovich Alksnis, ia merupakan politikus anggota Duma Rusia dan mantan Kolonel Angkatan Bersenjata Uni Soviet berpangkat Kolonel, Alksnis di juluki “Kolonel Hitam”.

Dalam curhatannya baru baru ini menyebutkan keprihatinan atas kondisi industri militer, elekronik dan teknologi Rusia yang dianggapnya telah hancur dalam 30 tahun terakhir. Ada tiga poin penting yang dikeluhkan oleh Alksnis seperti :

1) Alksnis menyebutkan Kementerian Pertahanan Rusia sangat membutuhkan drone UAV dari berbagai jenis, tetapi saat ini sebagian besar UAV yang diproduksi oleh Rusia sama sekali tidak memenuhi persyaratan militer. Sebagian besar industri UAV Rusia tidak memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan, ini karena industri tersebut tidak memiliki elemen dasar yang sesuai. Oleh karena itu, militer Rusia saat ini lebih memilih memproduksi UAV yang masih dalam tahap prototipe alias masih prematur dan membeli produk asing dari Iran. Menurut Alksnis ini terjadi juga disebabkan ketidakpatuhan industri UAV Rusia.

2) Industri pertahanan Rusia dianggap telah hancur dan belum bangkit selama 30 tahun terakhir, Alksnis menganggap hal ini adalah deindustrialisasi terbesar negara dalam sejarah dunia. Ia mengatakan hampir tidak mungkin untuk memulihkan industri Rusia seperti semula seperti era kejayaan Uni Soviet, kalau bisa itu akan memakan waktu puluhan tahun dan investasi sangat mahal. Alksnis juga menyoroti kemampuan SDM yang buruk, kemampuan teknologi dan peralatan elektronik yang sulit mengikuti zaman. Saat ini, Rusia menutupi kekurangan itu dengan membeli produk asing untuk dipasangkan pada persenjataan, dan hal ini tidak bisa dilakukan terus menerus.

Baca Juga:  China Protes Keras Latihan Militer Bersama Amerika dan ASEAN

3) Kesulitan memproduksi persenjataan penting, Alksnis menyebutkan saat ini Rusia kesulitan memproduksi RS-28 Sarmat ICBM, rudal antar benua tersebut berulang kali diundur sejak keputusan produksi tahun 2016 lalu, saat ini Rusia masih mengandalkan R-36M Satan yang dianggapnya menguras keuangan Rusia. Selain itu kasus Su-57 yang dimana ia kecewa karena dalam tiga tahun Rusia hanya bisa memproduksi tiga unit pesawat tempur generasi kelima tersebut. Dan masih banyak lainnya.

Sumber: FP Mightywarr