Markas Jamaah Tabligh Pakistan Memperingati Upacara Hari Kemerdekaan

Hormat pada bendera sering dikaitkan dengan kekafiran oleh beberapa aliran keras umat Islam. Menurut beberapa dari mereka, mengibaratkan gerakan hormat sebagai bentuk gerakan sholat, mengangkat tangan, yang hanya boleh dilakukan kepada Allah. Walau beberapa fatwa ulama sudah memberi tuntunan bahwa Hormat pada bendera itu halal, tetap saja ada yang menolak.

Di Markas besar Jamaah Tabligh Pakistan. Para Ulama dan Jamaah memberi contoh “hubbul wathan” pada umat Islam. Mereka menggelar acara peringatan kemerdekaan Pakistan lengkap dengan hormat pada Bendera pada 14 Agustus.

Acara ini juga dimeriahkan dengan parade baris-bernaris dari para anggota Jamaah Tabligh. 

Jama’ah tabligh adalah jama’ah yang mengembalikan ajaran Islam berdasarkan Al’quran dan hadits. Nama Jama’ah Tabligh merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini maka akan aku beri nama “gerakan iman”.

Cinta negara dan siap membela kedaulatan negara adalah bagian dari jihad. Demikian fatwa KH. Hasyim Asyari saat perang kemerdekaan dulu. Apa yang dilakukan Jamaah Tabligh, sebagai organisasi dakwah terbesar di dunia, adalah contoh tentang keharusan seorang muslim mencintai negaranya.

Baca Juga:  Politisi Italia Sebut Bantuan Rusia Tidak Berguna Untuk Ngatasi Virus Covid-19

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan