Masih Musuhan, Inggris Berusaha Gagalkan Penjualan Pesawat FA-50 Ke Argentina

Inggris dan Argentina pernah terlibat perang terbuka dalam perebutan pulau Malvinas. Konflik tersebut sepertinya masih menimbulkan luka dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Terbukti, Inggris berusaha menggagalkan rencana Argentina membeli pesawat latih tempur FA-50 dari Korea Selatan.

Argentina bermaksud untuk memperoleh 10 unit pesawat tempur ringan FA-50 Korea Selatan, namun KAI (Korean Aerospace Industries), produsen pesawat tersebut memberi tahu Argentina bahwa mereka tidak dapat menjualnya ke Argentina.

Masalah tersebut disebabkan karena enam komponen utama pesawat tersebut diproduksi di Inggris, dimana Inggris melarang pasokan komponen tersebut ke Argentina. Sejak 1982, ketika Perang Kepulauan Falkland meletus, Inggris telah melakukan embargo senjata terhadap bekas musuhnya dalam perang tersebut.

Informasi tersebut terungkap melalui surat dari KAI kepada Duta Besar Argentina untuk Korea Selatan pada tanggal 28 Oktober. Pabrikan tersebut mengatakan meski belum menemukan solusi, pihaknya sedang melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

FA-50 adalah versi tempur dari pesawat latih T-50. Pesawat ini dikembangkan dalam kemitraan KAI dengan Lockheed Martin dan karenanya memiliki kemiripan dengan pesawat tempur F-16. Pesawat dilengkapi dengan mesin GE F404 yang dilisensi oleh Samsung. Ini adalah mesin turbofan yang sama yang digunakan oleh pesawat F/A-18. Pesawat tempur ini cukup canggih dan mencakup fly-by-wire, HOTAS, wide field of view HUD, sistem navigasi inersia dan radar pulse doppler.

Baca Juga:  Mesir Dan Qatar Borong Senjata 1 Milyar Dollar Dari Amerika

FA-50 adalah varian tempur ringan dengan dua kursi. KAI pernah mengusulkan versi pesawat tempur berkursi tunggal, tetapi pesawat ini tidak pernah dibuat. Di antara senjata yang dapat dibawa adalah rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, bom pintar dan rudal udara-ke-darat, ditambah meriam internal 20 mm.

Pada 2019, pers Argentina melaporkan bahwa pemerintah Argentina hampir mencapai kesepakatan dengan KAI untuk mengakuisisi 10 jet tempur FA-50 dengan harga sekitar $ 200 juta, nilai yang jauh lebih rendah daripada jet tempur yang lebih besar.

Sejak 2015, AU Argentina tidak memiliki pesawat interseptor supersonik setelah pesawat Mirage III-nya pensiun. Negara tersebut telah mencoba untuk menegosiasikan pengadaan jet tempur untuk beberapa waktu, tetapi hal itu terhambatoleh keterbatasan anggaran dan masalah birokrasi.

Saat ini, pertahanan udara Argentina dilakukan oleh lima pesawat tempur subsonik A-4AR yang dimodifikasi.

Sumber : airway1.com

1 Komentar

Tinggalkan Balasan