Menhan Prabowo : Kenaikan Anggaran Pertahanan Diperlukan Agar Sumber Daya Alam Tidak Dicuri Asing

Sebagai negara terluas dan terbesar di ASEAN nampaknya anggaran pertahanan Indonesia masih jauh dari kata ideal dan hal itu disadari oleh Menhan Prabowo Subianto. Diberitakan oleh Tempo (4/12/2019) Menhan Prabowo Subianto berjanji bahwa jajarannya akan berusaha untuk meningkatkan anggaran untuk alutsista setidaknya 1,5% dari PDB.

Menurut Menhan Prabowo “Anggaran Alutsista Indonesia adalah yang terendah dibandingkan dengan tetangga ASEAN lainnya, saat ini posisi anggaran kami tidak mencapai satu persen dari PDB tepatnya hanya 0,8% sementara negara ASEAN lainnya sudah mencapai 2-3% dari PDB mereka”

Lebih lanjut Menhan Prabowo mengatakan “Inilah yang saya perjuangkan agar anggaran kami (untuk alutsista) dapat dinaikan untuk mempertahankan kedaulatan kami, menjaga wilayah kami dan kekayaan kami agar tidak dicuri oleh negara-negara lain”

Sebelumnya terkait dengan modernisasi alutsista Mantan Danjen Kopasus ini mengatakan bahwa dirinya akan lebih memprioritaskan Angkatan Udara dan Angkatan Laut sebagai garda terdepan pertahanan Indonesia . komitmen Menhan tersebut nampaknya langsung ditindak lanjuti oleh kedua matra tersebut

Dalam rencana kebutuhan (renbut) tahun 2020 yang sudah tersebar di dunia maya TNI AU sudah merencanakan untuk membeli Su 35, F 16 Viper, pesawat tanker, pesawat AWACS, rudal hanud jarak jauh dan rudal hanud jarak menengah. Sedangkan TNI AL direncanakan untuk membeli beberapa kapal Frigate/destroyer, pesawat intai maritime strategis dan heli serang.

Baca Juga:  Menhan: Pengadaan Alutsista Fokus Pada Potensi Ancaman Bencana

Sumber: Wolrd Defense Zone/tempo.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan