Menhan Prancis: Proses Pembelian 36 Pesawat Rafale Oleh Indonesia Berjalan Lancar

Saga pembelian pesawat tempur baru untuk TNI AU memasuki babak baru. Setelah pembelian Sukhoi Su-35 digantung enggak jelas, lalu Menteri Pertahanan Indonesia yang baru, Prabowo terkesan mencla-mencle banyak menebar isu beli pesawat ini pesawat itu tapi enggak jelas mana yang dibeli.

Kali kabar dari datang Menteri Pertahanan Perancis, Florence Parly. Yang mengabarkan bahwa proses penandatanganan pembelian 36 unit pesawat Rafale oleh Indonesia berjalan lancar dan maju.

Hal itu diungkapkan oleh Parly dalam Grand Journal de l’Eco on dalam wawancara dengan BFM Business.

“Jika pesanan ini berhasil, ini kabar baik bagi perusahaan Perancis, dan 500 perusahaan pemasok suku cadang Rafale. Karena ini setara dengan 7.000 pekerjaan selama 18 bulan. Ini benar-benar besar “, kata Florence Parly menekankan.

Dan untuk mengingat bahwa Kementerian Angkatan Bersenjata telah mengerahkan sarana “untuk mendukung bisnis, seringkali kecil” yang memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung kepada Rafale. Ini adalah “200.000 pekerjaan dan 4.000 perusahaan,” kata menteri.

Dia juga melanjutkan bahwa selain Indonesia, diskusi dengan Yunani, Finlandia, Swiss terus belanjut untuk penjualan Rafale.

“Yunani, Finlandia, Swiss adalah negara-negara yang ingin memperbarui penerbangan tempur mereka dan oleh karena itu seruan untuk tender telah diluncurkan dan sangat mungkin, mereka akan muncul tahun depan “.

Masih ada pertanyaan tentang tingkat kemampuan produksi. Apalagi mereka harus nmengganti 12 pesawat bekas yang dijual ke Yunani, Paris harus sekaligus memesan 12 Rafale baru untuk kebutuhan Angkatan Udara Prancis.

Baca Juga:  Amerika Tak Terima Lagi Komponen F-35 Dari Turki

“Kami harus membayangkan semua jenis skenario yang memungkinkan pengiriman pesawat ke pembeli dengan tetap memperhatikan kebutuhan Angkatan Udara Prancis”, jelas menteri. Namun yang jelas, tentara Prancis akan tetap menjadi prioritas.

“Tanggung jawab saya, tugas saya tentu saja untuk memastikan bahwa Angkatan Udara memiliki kemampuan yang dibutuhkannya dan bahwa kami juga akan menghormati pencapaian yang ditetapkan oleh undang-undang pemrograman militer yang menyediakan lebih banyak Rafale untuk Angkatan Udara selama beberapa tahun ke depan “, tegas Florence Parly.

Sumber: BMFtv.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan