Menlu Rusia: Semoga AS dan NATO Insyaf Menyerang Negara Lain Biar Dunia Damai

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, mengomentari kepulangan Amerika Serikat dan sekutunya dari Afghanistan dan berharap mereka belajar dari pengalaman ini dan tidak lagi menginvasi negara lain dengan alasan demokrasi.

Sergey Lavrov mengatakan semoga ada kebijakan baru yang ditemukan di ibu kota AS dan NATO bahwa upaya memaksa negara asing menurut citra mereka sendiri dengan operasi militer pasti akan gagal.

Dalam pidato awal pekan ini setelah penarikan AS dari Kabul, Presiden Biden mengatakan “Ketika kita membuka halaman tentang kebijakan luar negeri yang telah membimbing bangsa kita selama dua dekade terakhir, kita harus belajar dari kesalahan kita.”

“Keputusan tentang Afghanistan ini bukan hanya tentang Afghanistan. Ini tentang mengakhiri era operasi militer besar pada negara asing lalu kemudian mencoba merekonstruksinya,” papar presiden Amerika itu.

“Kami menyambut baik pernyataan seperti itu,” ujar Lavrov.

“Kami telah lama meminta pelajaran untuk dipetik dari petualangan yang dialami rekan-rekan Barat kami dalam beberapa dekade terakhir. Saya harap pernyataan ini mencerminkan kesimpulan yang diperoleh dengan susah payah, dan bahwa planet kita akan sedikit lebih tenang di masa depan,” tutur Menlu Rusia itu.

Rusia sendiri juga terlibat dalam sejumlah konflik di seluruh dunia, tetapi mereka beralasan bahwa hanya mengerahkan pasukan dan dukungan militer sebagai tanggapan atas permintaan dari pemerintah, seperti yang dilakukan Presiden Suriah Bashar Assad dalam perang saudara berdarah Suriah.

Baca Juga:  F-35B Lightning Jatuh Dekat MCAS Beaufort, South Carolina

Pasukan Moskow juga melakukan operasi penjaga perdamaian di sepanjang perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan, sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditengahi Kremlin yang ditandatangani kedua negara setelah berbulan-bulan pertempuran sengit tahun lalu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan