Menlu Turki Puji Kerjasama Dengan Indonesia Sebagai Warisan Masa Lalu Yang Harus Dirawat

Turki dan Indonesia menikmati kerja sama yang “dekat dan kuat”, kata Menteri Luar Negeri Mevlüt avuşoğlu hari Jumat di Ankara.

Berbicara pada upacara peresmian gedung KBRI yang baru, avuşoğlu mengatakan meskipun jarak yang jauh di antara mereka, persahabatan antara kedua negara sudah ada sejak abad ke-15.

Berbicara bersama timpalannya dari Indonesia Retno Marsudi, avuşoğlu menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral baru-baru ini ditingkatkan menjadi “kemitraan strategis” dan bahwa sejak pembentukan kedutaan bersama pada akhir 1950-an, hubungan antara kedua negara terus meningkat.

Menggambarkan pembicaraan resminya dengan Marsudi yang sedang berkunjung sebagai “sangat bermanfaat,” katanya: “Selain masalah global, kami juga menjalin kerja sama dan koordinasi yang erat dalam masalah regional. Sebagai negara G-20, kerja sama ekonomi berada di garis depan. agenda kita.”

“Pembicaraan diplomatik tingkat tinggi difokuskan pada peningkatan hubungan dan kerja sama kita di berbagai bidang, termasuk tetapi tidak terbatas pada kerja sama di industri pertahanan,” tambahnya.

Berkunjung ke Jakarta
Çavuşoğlu juga mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kunjungan resmi ke Indonesia oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

“Kami akan menandatangani hampir 20 dokumen dan kesepakatan (selama kunjungan) dan kami juga sedang merundingkannya,” katanya.

Pada perdagangan bilateral, menteri mengatakan bahwa baru-baru ini mencapai total tahunan $ 2,16 miliar, lompatan 57%.

“Kami telah menetapkan target mencapai $10 miliar dalam hal perdagangan bilateral dan untuk mencapai target itu kami akan terus bekerja siang dan malam,” katanya, seraya menambahkan bahwa perjanjian perdagangan “sangat komprehensif” akan ditandatangani untuk meningkatkan perdagangan. “dalam waktu secepat mungkin.”

Baca Juga:  Demi Kemandirian Dalam Industri Militer, India Stop Impor 101 Produk Militer

Berterima kasih kepada Indonesia atas dukungannya selama giliran Turki memimpin kelompok MIKTA, avuşoğlu mengatakan Ankara akan terus mendukung upaya Indonesia selama masa kepresidenan G-20.

Didirikan pada tahun 2013, MIKTA adalah kemitraan informal yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

Ia menutup dengan mendoakan yang terbaik untuk gedung baru KBRI Ankara.

Sementara itu, Marsudi mengatakan: “Gedung baru ini mencerminkan semangat baru dan energi baru untuk lebih memantapkan hubungan Indonesia-Turki”

“Kami merayakan ulang tahun ke-71 hubungan bilateral dengan keyakinan kuat bahwa hubungan itu akan tumbuh lebih kuat ke depan,” tambahnya.

Marsudi juga mengatakan bahwa pada Jumat pagi dia berkesempatan untuk membahas berbagai masalah bilateral dengan avuşoğlu.

“Kami juga membahas bagaimana G-20 harus tetap pada jalurnya, memberikan hasil nyata kepada masyarakat dunia di tengah situasi yang sangat menantang ini,” katanya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan