Mesir Kerahkan Militer ke Libya, Siap Perang Terbuka Lawan Turki

Perang di Libya dipastikan akan semakin memanas, ini setelah parlemen Mesir menyetujui pengiriman militer ke Libya.
Seperti dikutip dari berita situs Aljazeera pada 21 Juli 2020.

Pengerahan pasukan Mesir untuk melakukan aksi militer di Libya ini dalam mendukung kubu Libyan National Army (LNA) melawan kubu Goveent National Accord yang disokong Turki.

Mesir adalah kekuatan militer terbesar kedua di Timur Tengah setelah Iran, dengan total 439.000 personel militer.

Dalam satu dekade terakhir, Inventaris angkatan bersenjata Mesir telah diisi dengan alutsista buatan Barat yang lebih baru.

Mesir menerima pesawat tempur multi-role, helikopter serang, dan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) dari Rusia. Pesawat tempur juga bersumber dari Perancis dan UAV bersenjata dari Tiongkok. Rekapitalisasi Angkatan Laut Mesir meliputi kapal selam buatan Jerman dan kapal serbu amfibi dan fregat yang dirancang Prancis.

Mesir memiliki industri pertahanan domestik yang mapan, memasok peralatan untuk angkatan bersenjata dan pasar ekspor, mulai dari senjata ringan hingga kendaraan lapis baja. Ada sejarah lisensi dan produksi bersama dengan perusahaan asing, termasuk perakitan lokal tank tempur utama M1A1 dari kit yang dipasok AS dan produksi fregat dengan bantuan Prancis.

Sumber: armyrecognition.com

Baca Juga:  Amerika Serikat Uji Terbang Dua Rudal Nuklir

1 Komentar

  1. Turki knapa perang mulu sejak cup gagal …..musuhnya banyak …..libya sejak kolonel tewas ngk pernah tenang terbagi bagi …..n mesir jg buka front rebutan air hulu sungai nil ….. ….. Sejak pd2 sampai akhir 2020 tanah timteng sampai asia tengah konflik terus

Tinggalkan Balasan