Myanmar Beli Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia, Rudal Pantsir S1.

Myanmar dilaporkan telah mendapat lampu hijau dari Rusia untuk membeli sejumlah sistem artileri dan rudal pertahanan udara Pantsir-S1, wahana udara tak berawak Orlan-10E dan radar.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada sebuah upacara yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, yang berada di Myanmar dalam sebuah kunjungan resmi pekan lalu, dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Min Aung Hlaing. Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin menandatangani perjanjian tersebut untuk Rusia.

Sejak 2001, dasar hukum dan peraturan telah dibuat untuk kerja sama militer-teknis yang efektif dan saling menguntungkan antara kedua negara, yang telah membuat kemajuan yang stabil. Rusia telah memasok ke Myanmar 30 pesawat MiG-29, dua belas jet latih tempur Yakolev-130, sepuluh helikopter Mi-24 dan Mi-35P, delapan sistem rudal pertahanan udara Pechora-2M dan juga radar, kendaraan lapis baja dan artileri. Kontrak juga telah diselesaikan untuk pengadaan enam pesawat Sukhoi-30SME. Beberapa diantaranya sudah dikirim.

Perangkat keras militer juga dapat diperbaiki dan dirawat di suatu pusat khusus bersama Myanmar untuk semua jenis peralatan, baik pesawat terbang maupun kendaraan lapis baja.

Kerja sama bilateral mengalami perkembangan intensif selama lima tahun terakhir. Delegasi Myanmar secara teratur berpartisipasi dalam pertandingan militer internasional dan kegiatan pelatihan tempur. Tahun lalu kontingen Myanmar mengikuti latihan Kavkaz-2020. Selain itu, pada 2018 kesepakatan antar-pemerintah disepakati tentang prosedur yang lebih sederhana untuk kapal angkatan laut Rusia yang mengunjungi pelabuhan Myanmar.

Baca Juga:  Pakistan Borong Ratusan Meriam Howitzer 155mm Buatan China

Komando angkatan bersenjata Myanmar juga telah menunjukkan minat pada sistem persenjataan canggih lainnya dari pabrikan Rusia.

Sumber : tass.com/FP TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan