Ngerii, Swedia Restui Penjualan Pesawat JAS Gripen Untuk Filipina

JAS Gripen 39. Foto: Magnus Sandberg/aftonbladet.se

Filipina akan menjadi negara ASEAN kedua setelah Thailand yang akan mengoperasikan pesawat buatan Swedia, JAS Gripen. Berbeda dengan negara-negara tetangganya yang biasa menunggu penawaran masuk saat membuka tender, Filipina dengan sangat mantab memilih Gripen dibandingkan F-16 ataupun menunggu penawaran negara lain.

Berita tersebut kami dari media Aftonbladet, yang menyebut raksasa senjata asal Swedia Saab siap mengeksekusi kesepakatan miliaran dolar dengan Filipina.

Menurut informasi dari beberapa sumber dengan transparan, pada bulan November pemerintah Swedia memberikan izin awal yang positif untuk ekspor Pesawat Jas Gripen ke negara tersebut. ISP otoritas ekspor senjata saat ini tidak ingin “mengkonfirmasi atau menyangkal” informasi tersebut.

Filipina sepertinya berkaca dari pengalaman Thailand, yang telah membuktikan bahwa kehadiran Gripen mampu memberikan daya deteren lebih maksimal karena biaya operasional yang lebih murah dan kemampuan kompleksitas radar yang lebih baik. Sehingga meminimalisir lubang di kedaulatan langit dan laut Thailand.

Filipina menginginkan pesawat yang bisa lebih sering terbang dengan frekuensi radar yang lebih luas di laut dan di langit dengan memanfaatkan kompleksitas radar buatan SAAB Swedia.

Pertama kalinya Swedia setujui penjualan senajata ke Filipina

Menurut informasi Aftonbladet, ini adalah pertama kalinya ekspor senjata Swedia ke Filipina disetujui. Bulan Oktober lalu, ekspor Jas Gripen ke Filipina sempat diganjal parlemen setempat, seperti yang dilaporkan Aftonbladet sebelumnya.

Baca Juga:  Vietnam Upgrade Korvet Pohang Class Hibah dari Korea Selatan

ISP tidak ingin mengomentari soal ekspor Jas Gripen ke Filipina dan dalam email Karl Evertsson, mantan kepala kelompok amunisi, sekarang penasihat urusan luar negeri dan kebijakan keamanan, menulis:

“Jenis informasi ini tunduk pada kerahasiaan. Terutama rahasia luar negeri, tetapi biasanya juga rahasia komersial. Oleh karena itu ISP tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal informasi tersebut.”

Pemberitahuan awal yang positif berarti bahwa ISP telah memberi tahu Saab bahwa perusahaan dapat mengandalkan permohonan izin ekspor yang disetujui.

Berapa banyak pesawat yang disepakati dan model Gripen mana yang dipertanyakan tidak diketahui, tetapi menurut email yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan tahun lalu, yang diminta Filipina adalah Jas Gripen C dengan beberapa model dikonfigurasi dua tempat duduk. Adapun Gripen D dan Gripen E tidak disinggung.

Terlepas dari model yang mana yang akan dibeli Filipina, menurut para ahli, ini adalah kesepakatan bernilai miliaran dolar antara Saab dan Angkatan Udara Filipina yang sekarang sudah di ambang pintu.

Saab telah lama mencoba menjual Jas Gripen ke Filipina dan sejak 2016 perusahaan telah memiliki kantor penjualan di Manila.

Namun kesepakatan itu sensitif mengingat situasi hak asasi manusia di negara itu di bawah pemerintahan mantan Presiden Duterte. Selain itu, negara tersebut telah mengalami konflik bersenjata dengan milisi di beberapa wilayah yang ingin memisahkan diri dari negara kepulauan tersebut. Catatan HAM yang buruk ini yang bikin Parlemen Swedia sering mengganjal ekspor senjata ke Filipina.