Operasi Rimon, Bentrok Israel Lawan Uni Soviet Yang Menyokong Mesir

Sampai awal tahun 1980an. Negara-negara mayoritas muslim sebenarnya banyak yang lebih condong ke Uni Soviet yang berideologi komunis anti tuhan daripada berkawan dengan Amerika Serikat. Situasi itu berbalik arah saat Uni Soviet mencoba menjajah Afghanistan.

Salah satu operasi yang dilakuin Uni Soviet adalah Operasi Rimon 20.

Rimon 20 merupakan nama sebuah kode pertempuran udara pada tahun 1970 yang dimana terjadi bentrokan udara Angkatan Udara Israel (IAF) secara langsung berhadapan dengan pilot Uni Soviet yang ditempatkan di Mesir selama Perang Attrisi.

Operasi Rimon 20 sebagai tanggapan keras Israel kepada Soviet untuk “Tidak” main main dengan Israel dalam konflik dengan Mesir. Pada tahun 1967-70, Mesir melancarkan serangan ke wilayah Semenanjung Sinai dengan harapan mengurangi cengkeraman Israel di wilayah yang direbut, dimana Presiden Nasser meminta bantuan Uni Soviet untuk memerangi Israel.

Mendengar hal ini, IAF mengusulkan untuk menghadapi Soviet, berharap untuk “Menghukum” Uni Soviet sekaligus meningkatkan moral pasukan Israel dalam Perang Attrisi. Pada sore hari tanggal 30 Juli 1970 empat Mirage III Israel menyeberang ke wilayah udara Mesir, terbang dalam formasi yang rapat sehingga tampak seperti satu pesawat. Seperti yang diharapkan, delapan MiG-21 yang diterbangkan Soviet bergegas untuk mencegat apa yang mereka yakini sebagai penerbangan pengintaian rutin Israel. Saat pejuang Soviet mendekati Mirage, mereka disergap oleh empat F-4 Phantom Israel dan delapan Mirage III yang bersembunyi tanpa terdeteksi di ketinggian rendah.

Baca Juga:  Demi Bela Palestina, Bung Karno Rela Indonesia Tidak Lolos ke Piala Dunia

Dalam situasi ini, ada tambahan 12 bala bantuan MiG-21 Uni Soviet tiba untuk membantu para pilot Soviet yang sedang terpojok. Pada akhir pertempuran jarak dekat, lima MiG-21 Soviet telah jatuh dan empat pilot Soviet tewas, di lain pihak yaitu Israel sama sekali tanpa kerugian. Akibat kekalahan ini, Soviet mengirim resimen MiG-21 lainnya ke Mesir untuk memperkuat pertahanan, selain itu hal ini membuat jatuh moral masyarakat Mesir yang saat itu mayoritas mereka sangat gembira atas bantuan Soviet dan mengkritik kemampuan militer Mesir itu sendiri.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan