PBB Masih Ragu Beri Sanksi Pada Taliban dan Mengeluarkanya dari Kelompok Teroris

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pengecualian sanksi terhadap Taliban tapi juga menyatakan untuk mengurangi interaksi dengan mereka.

Saat ditanya apakah PBB akan mengeluarkan Taliban dari daftar organisasi teroris, Guterres mencatat bahwa negara-negara anggota organisasi itu yang akan memutuskan kapan saat yang tepat untuk memutuskan hal tersebut.

Dia menganjurkan pendekatan yang fleksibel dan serta menunjukkan preseden di masa lalu untuk menanti apakah Taliban akan berubah sesuai janji mereka saat berkuasa untuk kali kedua.

“Seperti yang Anda ketahui, Amerika meminta beberapa pengecualian untuk negosiasi mereka sendiri dengan Taliban. Jadi saya percaya bahwa kita harus menciptakan kondisi yang tepat dan memastikan distribusi bantuan kemanusiaan yang efektif,” kata Sekjen PBB tersebut.

Pada bulan Agustus, militan melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan dan merebut semua wilayah utama, termasuk Panjshir, yang telah lama menjadi sarang perlawanan. Saat ini Taliban secara defacto telah menguasai Afghanistan sepenuhnya tanpa ada kelompok lain yang sanggup memberikan perlawanan.

Taliban telah dimasukkan dalam teroris pada tahun 2001, dan lebih dari 110 perwakilannya dikenai sanksi. Utusan khusus presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan sebelumnya bahwa prosedur penghapusan mereka dari daftar dapat diluncurkan setelah dimulainya negosiasi antar-Afghanistan.

AS mengatakan bahwa mereka tidak akan mencabut sanksi yang ada terhadap Taliban, tetapi akan memastikan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa bagi warga Afghanistan yang rentan di tengah apa yang digambarkan oleh PBB sebagai “krisis yang membayangi” di negara itu.

Baca Juga:  Konferensi Pers Pertama Taliban di Kantor Presiden, Siap Jamin Keamanan dan Kebebasan Pers di Afghanistan

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berjanji untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan melalui badan-badan PBB dan organisasi non-pemerintah, sehari setelah Amerika Serikat mengatakan akan memberikan hampir $64 juta bantuan kemanusiaan baru.

Bantuan baru AS, yang akan melewati Taliban dan didistribusikan langsung ke Afghanistan, menjadikan total bantuan AS kepada rakyat Afghanistan menjadi $ 330 juta tahun fiskal ini.

PBB meminta $606 juta untuk sisa tahun ini untuk makanan, perawatan kesehatan, tempat tinggal dan kebutuhan vital lainnya untuk membantu 11 juta orang.

1 Komentar

  1. Jika Tuhan mendukung perebutan afganistan secara damai, harus dikoordinasikan baik dan kerja sama. tidak usah dipikir2 picik utk memerangi saudara saudara Islam sendiri.. Sebaiknya segera diselesaikan baik baik..

Tinggalkan Balasan