Pelabuhan Ukraina Diblokade Rusia, Eropa dan Amerika Terancam Kelaparan

Setelah peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina, pasukan Rusia memblokir akses ke pelabuhan vital Ukraina di Laut Hitam. Sebelum perang, sekitar 5 juta ton dikirim setiap bulan melalui Laut Hitam. Salah satu barang utama yang diekspor dari Ukraina adalah biji gandum bahan pangan utama untuk Eropa dan Amerika Serikat.

AS dan Eropa telah menuduh Rusia memprovokasi krisis pangan di Barat. Namun pemerintahan negara-negara Barat sangat yakin bisa mengatasi kelangkaan suplai bahan pangan ini. Mereka mengklaim bisa dengan mudah mengirim hasil pertanian Ukraina ke luar negeri walau pelabuhan telah diblokade Rusia.

Presiden AS Joe Biden berusaha meyakinkan Amerika bahwa tidak ada ancaman krisis pangan di negara itu karena gandum dapat dengan mudah diambil dari Ukraina yang dilanda perang. Dia mengklaim bahwa ada 20 juta ton gandum di Ukraina, dan sekarang sedang diselesaikan pengirimanya. Menurutnya, ini akan membantu menurunkan harga pangan dunia.

Pada 11 Mei, Komisi Eropa akan mempertimbangkan strategi yang akan membahas inisiatif teknis dan birokrasi untuk mempercepat pengiriman minyak nabati, jagung dan gandum, beberapa ekspor utama Ukraina, dikutip dari Bloomberg.

Eropa bermaksud untuk mengekspor tanaman dengan kereta api dan, karena pelabuhan diblokir oleh Armada Laut Hitam Rusia. Masalahnya, kapasitas ekspor kereta api itu rendah.

Ini adalah masalah utama yang akan diselesaikan oleh Eropa dan AS sesegera mungkin.

Baca Juga:  Rusia Resmi Invasi Ukraina, Putin Ingatkan Negara Lain Jangan Ikut Campur!!

Indonesia sebagai salah satu negara pengimpor gandum dari Ukraina juga terdampak harga bahan makan berbahan tepung terigu juga naik.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan