Pembelian F-16 Viper Untuk Melancarkan Pengiriman Su-35 Dari Rusia

Gonjang-ganjing pesawat tempur baru memang bikin gemes gaes. Di tengah ketidakpastian kelanjutan pembelian pesawat tempur sukhoi Su-35, kementrian pertahanan dan TNI AU malah berencana membeli 32 unit pesawat F-16 Viper.

Ada apakah ini?

Beberapa pengamat militer bilang kalau ini adalah langkah kompromi dari Indonesia agar pihak Amerika Serikat (AS) tidak menjatuhkan embargo.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump udah bikin UU CAATSA yang mengancam sanksi embargo bagi semua negara yang bertransaksi dengan Rusia khususnya alutsista.

bagi negara yang cukup banyak duit seperti India, Turki dan Mesir tidak masalah namun negara dengan uang pas-pasan tentunya akan menjadi masalah tersendiri.

Namun KSAU Marsekal Yuyu Sutisna pihaknyan tetap akan mengusahakan pembelian jet tempur Su 35 dari Rusia walaupun dihantui oleh UU CAATSA. Beberapa pengamat mengatakan bahwa upaya pembelian jet F 16 Viper ini untuk melancarkan pembelian Su 35.

Biar adil gitulah, AS senang, pesawat dari Rusia juga dapet.

Sebagai informasi pada tahun 2018 lalu Indonesia-Rusia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit Su 35 senilai 1,14 Miliar USD yang mana sebagian diantaranya akan dibayar dengan komoditas lokal Indonesia

Baca Juga:  Regu Pandu Tempur Yonif 1 Marinir TNI AL Asah Naluri Tempur

2 Komentar

  1. Ya emang cuman mengakusisi f16v untuk memuluskan pengiriman su35 indonesia, kalau tidak ada sanksi catssa indonesia lebih tertarik dengan tawaran gripen E,,,tapi setelah pengiriman su35 tuntas, indonesia akan mengakusisi gripen E untuk mengisi 2 skuadron tempur baru’ pengadaan 2 skuadron tempur baru dliuar program mef tp akan diisi sebelum tahun 2024, produk saab yg akan dibeli sesuai rencana mef adalah 2 unit pesawat AWE&C saab’ rencana pembelian gripen E dan pesawat AWE&C dr saab sebagai syarat lisensi joint produksi untuk perangkat lunak dan sistem avionik yg digunakan gripen E untuk di gunakan ke dalam ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya yg menurut fillingku prototype akan uji terbang tahun 2026 sesuai dengan isyarat yg diucapkan menhan RR yg mengatakan indonesia akan membuat dan membangun pesawat tempur sendiri tahun 2026, desain rancang bangunnya aku yakin sudah dibuat para insinyur indonesia yang ikut mengembangkan kfx/ifx bersama korsel, desainnya sudah ditangan pt.di tp karena hal ini sensitif maka tidak akan dipublikasikan sampai kfx/ifx pengembangan bersama korsel ini masuk jalur produksi, ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya akan lebih besar dr kfx/ifx versi pengembangan bersama dengan korsel agar bisa menampung banyak bahan bakar sehingga jangkauan daya jelajahnya 3500 km sesuai dengan spesifikasi pespur duble engine yg diinginkan TNI AU.

Tinggalkan Balasan