Pemberontak Houthi Yaman Makin Sering Serang Fasilitas Minyak Yaman

Pemberontak Houthi Yaman. Gambar: aljazeera

Pemberontak Huti Yaman semakin sering meluncurkan serangan terhadap fasilitas minyak Yaman yang disokong Arab Saudi. Pihak pemberontak menganggap bahwa fasilitas minyak yang dibangun atas dana Arab Saudi itu adalah bentuk penjarahan oleh negara tetangganya tersebut.

Juru bicara itu, Brigadir Jenderal Abdo Magali, memperingatkan pada 30 November bahwa Houthi saat ini bersiap untuk lebih sering menyerang dengan bantuan dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dan berulang kali mengirimkan peringatan dan ancaman.

Houthi telah melancarkan beberapa serangan terhadap fasilitas minyak Yaman yang dipegang oleh koalisi pimpinan Saudi dan merupakan sekutu lokal.

Serangan terbaru oleh Houthi menargetkan terminal minyak al-Dabba di provinsi timur Hadhramaut pada 21 November. Sebuah drone bunuh diri menghantam terminal sementara sebuah kapal tanker berlabuh di sana untuk memuat pengiriman minyak. Penjara. Jenderal Magali mengatakan bahwa tiga drone lainnya dicegat di dekat terminal pada hari yang sama.

Tidak ada korban atau kerugian material yang dilaporkan akibat serangan terakhir. Saat itu, Brigjen. Jenderal Yahya al-Sari’, juru bicara Houthi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan pesawat tak berawak itu menggagalkan upaya untuk “menjarah” minyak Yaman dalam jumlah besar.

Ancaman Houthi dimaksudkan untuk menekan pemerintah Yaman agar menerima proposal baru-baru ini untuk membagi pendapatan minyak nasional. Kelompok tersebut pertama kali mengajukan proposal sebelum berakhirnya gencatan senjata yang disponsori PBB di Yaman pada 2 Oktober. Penolakan pemerintah yang berbasis di Aden adalah alasan utama yang mencegah pembaruan gencatan senjata nasional.

Baca Juga:  250.000 Warga Mengungsi Karena Tekanan Junta Militer

Koalisi yang dipimpin Saudi dan sekutunya percaya bahwa IRGC telah memasok Houthi dengan sarana ofensif canggih yang memungkinkannya mengancam fasilitas minyak di Yaman dan negara-negara tetangga, seperti rudal balistik, drone bunuh diri, dan rudal anti-kapal.

Saat ini, Houthi mempertahankan blokade parsial di pelabuhan minyak yang dikendalikan Saudi di Yaman. Pemblokiran ini kemungkinan akan berlanjut hingga tercapainya kesepakatan tentang pendapatan minyak nasional. Setelah ini terjadi, kedua belah pihak juga dapat menyetujui gencatan senjata baru.