Penjualan Helikopter ke Pakistan Terhalang, Turki Lobi Amerika

Turki dikabarkan telah menyewa sebuah firma hukum Washington untuk melobi pemerintah AS agar penjualan helikopter ATAK senilai $ 1,5 miliar ke Pakistan bisa berjalan lancar.

Helikopter serang ATAK T-129 memang buatan Turki, tapi dua mesin helikopter ini diproduksi oleh LHTEC, perusahaan patungan antara perusahaan Amerika Honeywell dan perusahaan Inggris Rolls-Royce.

Nah, pihak pemerintah AS dilaporkan menahan izin ekspor untuk mesin LHTEC. Ini yang menjadi penghalang bagi Turki untuk menjual halikopter ini Pakistan.

“Khawatir dengan berlanjutnya penundaan penjualan ke Pakistan, pengajuan yang sebelumnya tidak dilaporkan yang diwajibkan oleh Foreign Agents Registration Act AS menunjukkan bahwa Turkish Aerospace Industries-TAI (yang memproduksi helikopter ATAK) telah menyewa firma hukum AS, Greenberg Traurig LLP dan sub-kontraktornya Capital Counsel LLC, untuk melobi para pemimpin kongres yang relevan dan pihak Gedung Putih untuk mendapatkan izin ekspor yang diperlukan,” media Turki ahvalnews melaporkan hari Rabu (19/08).

Pakistan sendiri telah bersedia bersabar menunggu,sampai lobi Turki berhasil.

Menyusul penundaan pengiriman 30 helikopter ATAK, Ismail Demir, Wakil Menteri Industri Pertahanan Turki telah menyatakan pada 6 Januari 2020, “Pakistan telah setuju untuk memberi kami waktu satu tahun lagi (untuk mengirimkan helikopter). Kami berharap kami dapat segera mengembangkan mesin buatan dalam negeri kami untuk menggerakkan T129. Setelah satu tahun, Pakistan mungkin puas dengan tingkat kemajuan dalam program mesin kami, atau AS dapat memberi kami lisensi ekspor.”

Baca Juga:  Beli 8 Kapal Patroli Dari Israel, Filipina Diberi Transfer Teknologi

Kontrak pembelian ini telah ditandatangani pada tahun 2018, TAI menandatangani perjanjian senilai $ 1,5 miliar untuk menjual 30 helikopter T129 yang dianggap sebagai kesepakatan ekspor senjata tunggal terbesar Turki. Pakistan tetap memiliki opsi untuk membeli helikopter Z-10 Tiongkok jika kesepakatan dengan Turki tidak terwujud.

Sumber: defenseworld.net

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan